Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pohon Tumbang Ganggu Pasokan Listrik 600 Rumah di Pakisaji

Mahmudan • Sabtu, 22 Februari 2025 | 19:40 WIB
LISTRIK PADAM: Petugas dari PLN memperbaiki aliran listrik yang terputus akibat pohon tumbang di Jalan Raya Kebonagung, pada (20/2). Perbaikan berlangsung selama 18 jam. (DARMONO/RADAR KANJURUHAN)
LISTRIK PADAM: Petugas dari PLN memperbaiki aliran listrik yang terputus akibat pohon tumbang di Jalan Raya Kebonagung, pada (20/2). Perbaikan berlangsung selama 18 jam. (DARMONO/RADAR KANJURUHAN)

PAKISAJI - Pohon tumbang di Jalan Raya Kebonagung, Kecamatan Pakisaji pada Kamis lalu (20/2) tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga mengakibatkan listrik padam.

Akibatnya, pasokan listrik untuk 600 rumah terputus selama 18 jam.

Hingga tengah malam, listrik di kawasan tersebut mati.

Beberapa petugas dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperbaiki aliran yang terganggu.

Petugas membutuhkan waktu sekitar 18 jam untuk melakukan perbaikan.

Selama ini pulang listrik di ratusan rumah tersebut juga padam.

Seperti diberitakan, pohon beringin setinggi 7 meter dengan diameter 135 centimeter di Jalan Raya Kebonagung, Pakisaji tumbang sekitar pukul 05.30.

Diduga, tumbangnya pohon tersebut karena akar sudah lapuk, sehingga tidak mampu menyangga batang dan dahan rimbun.

Manajer PLN UP3 Malang Agung Wibowo mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan personel setelah mendapat laporan kabel terputus akibat tertimpa pohon yang tumbang.

Perbaikan menghabiskan biaya sekitar Rp 35 juta.

Tingginya biaya perbaikan karena banyak material yang harus diganti seperti kabel, tiang listrik, hingga energy not sale (ENS) atau energi yang tidak tersalurkan oleh sistem ke pelanggan.

Laporan masuk ke kantor PLN kisaran pukul 05.40.

“Perbaikan dan penyalaan listrik harus kami lakukan secara bertahap per gardu,” ujar Agung kemarin.

Dia mengatakan, terdapat 12 gardu listrik yang terdampak.

Perbaikan per gardu mulai bisa digarap pukul 17.00.

Sebab sebelumnya petugas harus membereskan kerusakan di tempat pohon tumbang terlebih dahulu.

Dua jalur saluran udara dengan tegangan menengah ikut tertimpa pohon.

Evakuasi kabel juga terkendala karena pohon yang sangat besar.

Selain itu, dia melanjutkan, penentuan titik tiang baru juga butuh waktu karena beberapa tiang yang berada di lokasi padat penduduk.

“Kami harus memetakan saluran rumah yang terdampak satu per satu,” lanjut Agung.

Perbaikan baru rampung pukul 23.00. (aff/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pakisaji #pakisaji malang #listrik mati #Kabupaten Malang #Kebonagung #pohon tumbang