Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menjelang Ramadan Harga Bahan Pokok Mulai Naik

Mahmudan • Selasa, 25 Februari 2025 | 00:20 WIB
KENDALIKAN HARGA: Warga antre membeli sembako murah di Pasar Tumpang akhir 2024 lalu. Tahun ini juga akan digelar operasi pasar. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)
KENDALIKAN HARGA: Warga antre membeli sembako murah di Pasar Tumpang akhir 2024 lalu. Tahun ini juga akan digelar operasi pasar. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)

Disperindag Mengusulkan 16 Lokasi Pasar Murah

KEPANJEN – Setiap memasuki Ramadan, harga komoditas, terutama beras merangkak naik.

Demikian juga menjelang Ramadan tahun ini, harga beberapa komunitas melonjak sejak beberapa hari lalu.

Kenaikan harga sembako tercantum dalam Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur (Jatim).

Senin lalu (17/2), harga beras medium masih berada di angka Rp 12.040 per kilogram.

Keesokan harinya (18/2), merangkak menjadi Rp 12.400 per kilogram.

Photo
Photo

Begitu pula harga beras premium, naik dari sebelumnya Rp 14.250 menjadi Rp 14.360 per kilogram.

Kemarin (23/2), harga beras medium meningkat lagi menjadi Rp 12.500 per kilogram.

Sedangkan harga beras premium tetap Rp 14.360 per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Kamilin mengatakan, pihaknya sudah berupaya menekan lonjakan harga komoditas.

Salah satu upaya untuk mengendalikan harga bahan pokok, pihaknya berencana menyelenggarakan operasi pasar.

Namun operasi pasar tahun ini meniadakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Tujuannya melindungi petani yang sebentar lagi memasuki musim panen.

Dia berharap ketika sudah musim panen, harga beras kembali stabil.

“Operasi pasar yang rutin kami sediakan adalah minyak goreng,” katanya.

”Kami sudah mengusulkan 16 lokasi, namun yang disetujui oleh Kemendag (Kementerian Perdagangan) RI masih lima pasar,” tambah Kamilin.

Lima pasar tersebut yakni Pasar Pakis, Pasar Wajak, Pasar Pakisaji, Pasar Kaligadung (Ampelgading), dan Pasar Sumberpucung.

Sisanya yakni 11 pasar lain masih berproses.

Selain menggelar pasar murah, dia mengatakan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Malang biasanya melakukan peninjauan harga bahan pokok.

“Dari Kemendag juga akan menggelar operasi pasar khusus melalui Kantor Pos. Untuk Kabupaten Malang telah ditetapkan di Ampelgading dan Kasembon,” kata pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.

Lokasi tersebut dipilih karena terletak di ujung Kabupaten Malang.

Sedangkan komoditas yang akan tersedia di operasi pasar khusus itu akan disampaikan saat mendekati pelaksanaan.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kamilin melanjutkan, akan digelar pasar murah.

Itu merupakan giat tahunan yang dilaksanakan saat Idul Fitri. Lokasinya berbeda-beda.

Pada 2023 lalu digelar di Kantor Desa Kalisongo, Kecamatan Dau dan pada 2024 lalu di Kantor Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis.

Komoditas yang dijual biasanya bermacam-macam.

Tidak hanya beras dan minyak goreng.

Melainkan juga disediakan gula, ikan segar, daging ayam, dan beberapa komoditas lain. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#KEPANJEN #Ramadan #SISKAPERBAPO #harga sembako naik #jawa timur