PAKIS - Pemasaran masih menjadi kendala bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Termasuk produsen keripik pisang di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis.
Sehingga pemasarannya belum menembus luar Malang raya.
“Kebetulan ada saudara yang membantu memasarkan keripik pisang ini,” ucap Pemilik UMKM Keripik Pisang Sri Harwati.
Namun dia belum mampu mencapai pasar lebih luas.
Karena itu, dia juga mengharapkan bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk meningkatkan pemasaran.
Selain itu, produksinya masih manual.
Sehingga belum bisa produksi dalam jumlah besar seperti menggunakan mesin.
Lantaran manual, produksinya hanya 510 kilogram per hari.
Sedangkan jika menggunakan mesin bisa memproduksi hingga 100 kilogram per hari.
Padahal, Sri mengatakan, bahan baku pisang mudah diperoleh di Kabupaten Malang.
Apalagi beberapa daerah di Kabupaten Malang menjadi penghasil pisang.
Misalnya di Kecamatan Dampit, Poncokusumo, Tajinan, dan Pakis.
“Pisang yang kami gunakan ini jenis raja nangka,” kata perempuan yang mulai produksi keripik pisang itu sejak 2024.
Dia mengatakan, pisang raja nangka memiliki rasa yang asam, sehingga cocok untuk dibuat keripik pisang.
Selain itu, tekstur daging pisang pun lebih padat. Kandungan airnya yang tidak terlalu tinggi juga dapat mempercepat proses penggorengan.
”Kami juga tidak menggunakan pengawet. Hanya pisang raja nangka, gula dan garam. Untuk rasa nanti disesuaikan dengan pesanan konsumen,” imbuhnya.
Bagi pelanggan ingin keripik pisang asin, bisa ditambahkan garam.
Begitu pula sebaliknya.
Ke depan, pihaknya akan menambahkan rasa dalam produk keripik pisang.
Seperti cokelat atau green tea sebagai salah satu upaya meningkatkan penjualan. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana