Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rp 17 Miliar untuk Perbaiki Drainase di 29 Kecamatan

Mahmudan • Kamis, 27 Februari 2025 | 14:15 WIB

 

CEGAH BANJIR: Alat berat diterjunkan untuk mengeruk drainase di jalur Kendalpayak-Kepanjen kemarin (26/2)
CEGAH BANJIR: Alat berat diterjunkan untuk mengeruk drainase di jalur Kendalpayak-Kepanjen kemarin (26/2)
 

 

 

KEPANJEN – Selain membangun jalan, Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang juga memperbaiki drainase. Fokus pada titik-titik yang memicu banjir.  Tahun ini anggaran perbaikan dialokasikan Rp 17 miliar.

”Tahun ini dilaksanakan penanganan drainase dengan anggaran Rp 17 miliar pada lokasi yang tersebar di 29 kecamatan se-Kabupaten Malang,” ujar Kepala Bidang Perencanaan DPUBM Kabupaten Malang Edwin Arief Fachrudin kemarin (26/2).

Namun dia tidak dapat menyebut berapa jumlah paket pekerjaan rehabilitasi drainase yang digarap tahun ini. Tapi diperkirakan menyebar di titik-titik yang membutuhkan normalisasi.

Dia menyebut ada tiga jenis pekerjaan yang bakal dilakoni. Pertama, pembangunan drainase dengan mengubah ukuran dimensi saluran existing. Lalu kedua, rehabilitasi dengan tidak mengubah ukuran dalam bentuk apa pun. Kedua pekerjaan tersebut diperlukan pengerukan ulang dan pemasangan box culvert.

Kemudian pekerjaan jenis ketiga, yakni melibatkan UPT Bina Marga di 29 kecamatan tersebut. “Berupa normalisasi pada saluran-saluran drainase yang tertutup atau kondisi sedimen sudah memenuhi saluran,” sebut Edwin.

Rehabilitasi yang dilakukan bersifat menyesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas. Artinya, pihaknya melihat seberapa sering jalan di dekat saluran tersebut dilewati kendaraan, juga apakah sering terjadi banjir luapan.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, selama Januari sampai Februari ini sudah terjadi delapan kejadian banjir. Mayoritas merupakan banjir luapan dari drainase ke ruas jalan. Sementara saluran air tersebut juga banyak yang penuh sedimen, sehingga rehabilitasi perlu dilakukan.

Salah satu yang terlihat progres pembangunannya adalah di jalur Kendalpayak (Pakisaji)-Kepanjen. Tepatnya di depan kantor UPT Meterologi Legal Disperindag Kabupaten Malang di Jalan Raya Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji. Ketika diguyur hujan deras, kawasan tersebut kerap tergenang lantaran drainase tidak mampu menampung air.

Pekerjaan tersebut sudah berlangsung sejak 7 Februari lalu dan waktu pelaksanaannya 180 hari. Proyek tersebut memakan biaya Rp 475 juta. Pengerjaan berupa pemasangan box culvert dengan dimensi 70 x 70 x 70 sentimeter di dua sisi ruas jalan. Sisi timur 104 meter dan barat 122 meter. (biy/dan)

Editor : Mahmudan
#Drainase #Kabupaten Malang