Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ada Siasat untuk Menolong Korban Kecelakaan

Mahmudan • Jumat, 28 Februari 2025 | 19:30 WIB
PERTOLONGAN: Personel satlantas dan relawan mempraktikkan cara menolong korban laka yang terjepit mikrolet di halaman Mapolres Malang kemarin. (NAHDIATUL AFFANDIAH/RADAR KANJURUHAN)
PERTOLONGAN: Personel satlantas dan relawan mempraktikkan cara menolong korban laka yang terjepit mikrolet di halaman Mapolres Malang kemarin. (NAHDIATUL AFFANDIAH/RADAR KANJURUHAN)

KEPANJEN – Mendekati Lebaran, angka kecelakaan lalu lintas biasanya tinggi.

Jumlah korban, baik luka-luka maupun meninggal dunia juga berpotensi meningkat.

Oleh karena itu, Polres Malang menggelar simulasi penanganan korban kecelakaan kemarin (27/2).

Acara yang digelar di halaman Mapolres Malang diikuti oleh relawan dan personel Satlantas Polres Malang.

Disertakan pula kendaraan yang sering terlibat kecelakaan, yakni bus dan mikrolet.

Selama simulasi dicontohkan cara menangani korban yang terjepit mikrolet, terlindas bus, hingga evakuasi pada kecelakaan massal.

”Dalam proses evakuasi korban, petugas harus bisa memilah dari segi kegawat-daruratan,” ujar Ketua Teknis PSC 119 Kabupaten Malang dr Bobi Prabowo kemarin.

Pemilahan itu menggunakan konsep triage, yaitu mendahulukan korban berdasar keparahan luka.

Hasilnya harus diberi label sesuai kondisi pasien.

Label P1 dengan warna merah menandakan kondisi pasien prioritas satu dengan keadaan gawat darurat.

Ciri-cirinya luka yang diderita mengancam jiwa, seperti pendarahan berat dan luka bakar lebih dari 30 persen.

Lalu label P2 berwarna kuning menandakan pasien darurat, tapi tidak gawat seperti cedera jaringan lunak dan luka bakar di bawah 30 persen.

Pasien prioritas tiga diberi label P3 berwarna hijau menandakan tidak gawat dan tidak darurat.

“Kalau sudah tanda P4 warna hitam, artinya korban sudah meninggal,” lanjut Bobi.

Ditandai dengan tidak ada respons pada segala rangsangan, tidak ada respirasi spontan, tidak ada bukti akti vitas jantung, dan hilangnya respons pupil terhadap cahaya.

Proses triage yang dilakukan secara sistematis bukan sekadar memilih siapa yang ditolong.

Namun merupakan siasat menyelamatkan korban sebanyak mungkin berdasar sumber daya yang ada.

Materi kedua adalah penyelamatan dalam mass casualty incident (MCI), yaitu peristiwa yang menimbulkan banyak korban.

Mulai pelatihan teknik penanganan luka berat, bantuan pernapasan, hingga tindakan darurat pada korban henti jantung sebelum mendapat perawatan medis lebih lanjut.

Kanit Turjawali Polres Malang Ipda Andi Agung memaparkan, pihaknya memiliki porsi masing-masing.

Namun dalam praktiknya pasti ada koordinasi dan kolaborasi.

Harapannya ketika salah satu komponen penanganan bencana atau peristiwa berhalangan, bisa menggantikan satu sama lain.

“Kami fokuskan pada penanganan korban kecelakaan karena itu yang paling sering terjadi,” kata Andi. (aff/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Polres Malang #Kabupaten Malang #simulasi penanganan korban kecelakaan #kecelakaan