KEPANJEN - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kepanjen ada yang sukses memasarkan produknya ke mancanegara.
UMKM yang memproduksi pakaian bayi di Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen misalnya, sudah menguasai empat negara.
Yakni Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.
Bisnis yang dikelola pasangan suami istri (pasutri) Agung Wredho Mulyo dan Fatatul Mustika itu berawal dari akun shopee ummababyshop pada 20216, kemudian merambah e-commerce lain.
Dimulai saat kehamilan anak pertama mereka pada usia lima bulan.
Keduanya terinspirasi untuk berjualan saat mencari perlengkapan bayi di Tanah Abang dan Pasar Mangga Dua.
“Di sana kan tidak boleh beli hanya satu biji, jadi harus langsung satu lusin,” ujar Fatatul Mustika atau biasa dipanggil Umma itu.
Karena satu lusin kebanyakan, keduanya memutuskan menjual baju sisanya.
Pada tahun itu, keduanya masih tinggal di kontrakan satu petak seluas 5x9 meter di Jakarta.
Bersamaan dengan awal trend berbelanja melalui online shop.
Umma pun mulai mengunggah baju-baju bayi yang dibelinya di akun shopee.
Saat itu sudah banyak penjual baju bayi di online shop tersebut.
Pasutri itu memutuskan menjual baju bayi dengan sedikit inovasi, yaitu menjajakan baju bayi dalam sistem paketan.
Dalam satu kali klik, pembeli bisa langsung mendapatkan satu paket baju bayi mulai dari atasan, bawahan, kaos kaki, hingga penutup kepala.
Menurut Umma paketan itu sangat membantu para ibu muda untuk mencarikan baju bagi anaknya.
Terutama bayi berumur 0 sampai tiga bulan.
“Waktu itu mayoritas orang menjual baju bayi masih dalam bentuk satuan,” lanjut Umma.
Dirinya mencocokkan antara baju bayi dan printilan lain, mulai dari warna hingga motif.
Mencarikan solusi bagi wanita yang baru menjadi ibu agar tidak bingung mencari aksesoris untuk bayinya.
Awal mula berjualan dengan sistem paketan itu, hanya laku puluhan paket dalam sehari.
Berjalan dua tahun, bisnis yang dijalankan dari Jakarta itu mulai mencapai ratusan dalam sehari.
Namun pada 2018, keduanya pindah ke Malang.
Waktu awal pindah ke Malang, sempat berhenti satu bulan.
Keduanya pun memulai lagi usahanya.
Sayangnya satu tahun kemudian Covid-19 melanda.
Pasutri itu memutuskan berjualan face shield juga dan penjualannya meningkat drastis.
Dari situ barang lain juga ikut ramai dibeli.
“Justru awal banyaknya penjualan kami saat Covid itu,” lanjut Umma.
Kini usahanya sudah berkembang hingga bisa mempekerjakan ratusan penjahit lepas dan quality control di pabrik di Solo dan Bandung.
Untuk tenaga packing di Malang sekitar 30 orang.
Kini dalam satu bulan, ummababyshop bisa menerima hingga 55 ribu pesanan.
Dengan 20 persen ekspor ke luar negeri.
Dibantu oleh shopee ekspor. (aff/dan)
Editor : Aditya Novrian