PAKISAJI - Demi menjaga stabilitas harga bahan pokok, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang menggelar pasar murah.
Kemarin (7/3) pasar murah perdana digelar di kantor DKP Kabupaten Malang, Desa Jatirejo, Kecamatan Pakisaji.
Berbagai macam bahan pokok dijual dengan harga lebih murah dibanding di pasar.
Seperti beras, tepung terigu, minyak goreng, telur, hingga sayur-mayur.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DKP Kabupaten Malang Shanti Rismandini mengatakan, pasar murah akan digelar setiap Jumat selama Ramadan.
“Ini sekaligus gerakan Jumat Berkah kami selama Ramadan. Yakni hari ini (kemarin, 7/3), kemudian 14 Maret, dan selanjutnya 21 Maret,” ujar Shanti yang merangkap Sekretaris DKP Kabupaten Malang itu.
Komoditas yang dijual diambil dari petani secara langsung, seperti beras.
Biasanya, beras yang dijual berasal dari badan urusan dan logistik (Bulog).
Kali ini, beras diperoleh langsung dari petani.
Beras dengan kualitas premium dijual dengan harga Rp 67.500 per kemasan 5 kilogram.
Sedangkan beras premium di pasaran seharga Rp 72.000 per 5 kilogram.
”Kami menggandeng gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) melalui kios pangan yang dikelola gapoktan-gapoktan di wilayah Kabupaten Malang,” kata pejabat eselon III A Pemkab Malang itu.
Begitu pula dengan komoditas sayur-mayur.
Seperti kangkung, sawi, kacang panjang, cabai merah, cabai rawit, tomat, dan terong.
Di antara komoditas tersebut, cabai rawit yang paling banyak diminati.
Karena harganya jauh lebih murah daripada di pasar yang mencapai Rp 120.000 per kilogram.
Dalam pasar murah tersebut hanya dibanderol Rp 9.500 per 100 gram atau Rp 95.000 per kilogram.
“Sayur ini yang paling laris. Tidak ada satu jam sudah habis. Kemudian lainnya beras dan telur,” imbuhnya.
Sementara itu, menurutnya, antrean tahun ini berbeda dengan Ramadan tahun lalu.
Tahun lalu, persediaan beras 1 ton bisa ludes dalam 1,5 jam.
Sedangkan tahun ini, pihaknya hanya menyediakan 2-3 ton.
Menurut pantauan, beras tersebut masih belum habis meskipun pasar murah sudah dibuka selama satu jam.
Sebab, tahun ini, tidak ada fenomena panic buying di masyarakat.
Selain untuk masyarakat, pasar murah juga dibuka untuk ASN.
Namun supaya tidak menambah jumlah antrean, mereka dapat membeli melalui link dan menuliskan pesanannya.
Jadi, mereka bisa langsung mengambil di kantor DKP Kabupaten Malang. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho