Kabupaten — Stadion Kanjuruhan akhirnya diserahterimakan kepada Pemkab Malang, kemarin (8/3).
Proses itu ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima.
Ada dua pihak yang menekennya.
Pertama, Kepala Satker Pelaksana Prasarana Permukiman Wilayah (PPPW) II Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jatim Any Virgyani.
Selanjutnya yakni Bupati Malang H. M. Sanusi.
Penandatanganan dilakukan di Pendapa Agung Kabupaten Malang.
Meski sudah diserahterimakan, kabar penggunaan stadion itu sebagai kandang Tim Arema FC masih jauh panggang dari api.
Seperti disampaikan Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo.
Pihaknya masih menunggu seluruh proses dari pemerintah rampung.
Setelah itu bakal dilakukan risk assessment atau uji risiko keamanan lanjutan.
”Kami tunggu dulu setelah ada penyerahan, kemudian ada peresmian. Untuk kegiatan sepak bola masih menunggu setelah ada kerja sama antara Pemkab Malang dengan Arema FC. Setelah itu baru dilaksanakan risk assessment lagi,” papar Danang.
Seperti diketahui, Stadion Kanjuruhan telah mendapatkan uji risk assessment dari Polda Jawa Timur.
Hasilnya menunjukkan bahwa stadion itu masih memerlukan tambahan beberapa perlengkapan.
Serta standar operasional prosedur (SOP) keamanan.
Danang menambahkan, risk assessment selanjutnya akan dilakukan tim dari Mabes Polri.
Fokusnya yakni melengkapi kekurangan dari hasil asesmen sebelumnya.
”Termasuk nanti menciptakan skenario-skenario ketika terjadi penumpukan (suporter). Nanti flow-nya seperti apa harus disiapkan,” imbuh dia.
Bupati Malang H. M. Sanusi menambahkan, pengelolaan stadion yang menelan biaya renovasi Rp 357,8 M itu kini berada di bawah Dinas Olahraga dan Pemuda (Dispora) Kabupaten Malang.
Dia juga menyebut bahwa pembicaraan tentang pengelolaan stadion bersama Arema FC sudah dilakukan.
”Sudah ada pembicaraan awal,” jelas dia.
Kepala Dispora Kabupaten Malang M. Hidayat menambahkan, pihaknya akan mulai memenuhi kebutuhan Stadion Kanjuruhan agar lolos uji risk assessment.
”Minggu depan akan kami lengkapi seperti interior stadion dan meja kursi (VVIP),” kata dia.
Dia juga mengakui bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Arema FC terkait penggunaan stadion tersebut.
”Sudah ada pembicaraan tapi belum tahu kelanjutannya. Belum ada MoU (Memorandum of Understanding),” terang Hidayat. (wb1/by)
Editor : A. Nugroho