Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bocor, Pasar Kepanjen Kabupaten Malang Butuh Perbaikan

Mahmudan • Selasa, 11 Maret 2025 | 00:50 WIB
PERBAIKAN MENDESAK: Atap Pasar Kepanjen di bagian pedagang pakaian bocor, sehingga jalanan becek ketika musim hujan. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)
PERBAIKAN MENDESAK: Atap Pasar Kepanjen di bagian pedagang pakaian bocor, sehingga jalanan becek ketika musim hujan. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)

Disperindag Alokasikan Dana Rp 100 Juta hingga Rp 150 Juta

KEPANJEN – Guyuran air hujan disertai angin kencang mengakibatkan beberapa fasilitas di Pasar Kepanjen rusak.

Mulai atap bocor hingga jalanan becek.

Dampaknya, pedagang dan pembeli tidak nyaman, serta barang dagangan basah.

Grafik anggaran untuk pasar tradisional di Kabupaten Malang.
Grafik anggaran untuk pasar tradisional di Kabupaten Malang.

Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, tumpukan pakaian milik pedagang basah sehingga tidak bisa dijual.

“Kalau hujan biasa begitu tidak masalah. Kalau sudah hujan deras disertai angin kencang seperti beberapa hari lalu ya bocor,” ujar Yuni, salah satu pedagang pakaian kemarin (9/3).

Biasanya dia segera mengemas barang dagangannya dan menutup tokonya saat mengetahui tandatanda akan hujan.

Namun aktivitas berjualan kembali normal setelah hujan reda.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memperbaiki beberapa sarana dan prasarana (sarpras) pasar yang rusak.

“Sebelum puasa itu pihak pasar sudah memperbaiki talang. Tapi ternyata masih bocor,” kata Yuni.

”Katanya setelah Hari Raya (Idul Fitri) akan diperbaiki lagi,” tambah perempuan berusia 40 tahun itu.

Dia mengatakan, salah satu penyebab kebocoran adalah talang kurang berfungsi maksimal.

Sehingga air hujan masih mengalir ke kios-kios pedagang.

Selain di deretan penjual pakaian, menurutnya juga masih ada beberapa titik yang bocor.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Muhammad Nur Fuad Fauzi mengatakan, memang banyak pasar yang memerlukan pemeliharaan lanjutan.

Namun tahun ini pihaknya hanya dijatah Rp 3 miliar untuk pemeliharaan di 10 pasar.

“Masing-masing pasar nanti dapat anggaran beda-beda. Ada yang Rp 100 juta, ada juga yang Rp 150 juta. Total anggarannya sekitar Rp 3 miliar. Ini masih kami cek berdasar kondisinya,” ucap pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Dia mengatakan, perbaikan itu sebatas perbaikan minor.

Seperti perbaikan atap, talang, atau lantai pasar.

Sebab, menurut informasi dari para pedagang, beberapa titik di pasar tradisional masih ada yang bocor.

Salah satunya Pasar Kepanjen.

Sehingga ketika hujan, rawan muncul genangan air yang membuat pedagang maupun pembeli tidak nyaman.

Perbaikan pasar tersebut untuk mendukung salah satu program Pemkab Malang.

Yakni gerakan Ayo Kembali Belanja di Pasar Rakyat.

Program tersebut untuk memberdayakan pedagang, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Malang.

Terlebih pada era digital, banyak konsumen yang beralih ke marketplace daring.

Sehingga banyak yang meninggalkan pasar rakyat.

“Keluhan masyarakat kan belanja di pasar tradisional itu murah tetapi becek. Kalau becek diantisipasi, gerakan belanja kembali di pasar bisa diwujudkan,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#pasar kepanjen #sarpras #Bocor #Pedagang #Kabupaten Malang #butuh perbaikan