NGANTANG – Tembok penahan tanah atau plengsengan setinggi 4 meter dan lebar 10 meter di Dusun Sukoanyar, Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, ambrol terkikis air sungai kemarin (11/3).
Akibatnya, halaman dan teras rumah milik Mulyadi yang berbatasan dengan plengsengan itu ikut ambrol.
Material berupa batu dan tembok tampak jatuh ke sungai.
Sejak pagi, hujan memang turun dengan deras Kecamatan Ngantang.
Baca Juga: Malang 39 Kali Digoyang Gempa, Perhatikan Imbauan BPBD Terutama di Kawasan Rawan Bencana
Sekitar pukul 09.30, Mulyadi yang bersama istrinya sedang berada di dalam rumah dikejutkan suara bergemuruh dari depan rumah.
Saat dilihat, halaman rumah yang berbatasan dengan sungai itu sudah ambrol.
Bahkan dua tiang penyangga teras rumah Mulyadi ikut ambles.
Kini, seluruh halaman rumah dan sebagian teras Mulyadi sudah hancur.
Baca Juga: Kabupaten Malang Siaga Bencana hingga April Depan
Menyisakan teras selebar dua meter saja dari depan pintu rumah.
Tanah di bawah teras rumah Mulyadi juga membentuk rongga besar.
“Melihat Kondisi tanah di bawah teras rumah, potensi longsor susulan sangat tinggi,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan.
Untuk saat ini, plengsengan yang ambrol sudah ditutup dengan terpal.
Tujuannya untuk mencegah penggemburan tanah akibat derasnya hujan.
Apabila tidak segera dilakukan perbaikan, bukan tidak mungkin ruang tamu rumah Mulyadi ikut ambrol.
Untuk itu, BPBD Kabupaten Malang segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membahas perbaikan plengsengan yang ambrol.
Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Ngantang juga sudah memberikan bantuan berupa sembako dan terpal. (aff/fat)
Editor : A. Nugroho