Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mendekati Hari Raya Nyepi, Umat Hindu Mulai Siapkan Ogoh-Ogoh di Wagir Kabupaten Malang

Mahmudan • Selasa, 18 Maret 2025 | 18:11 WIB
SAMBUT HARI RAYA: Salah satu warga Dusun Jamuran, Desa Sidodadi, Kecamatan Wagir membuat ogoh-ogoh untuk rangkaian perayaan Nyepi.
SAMBUT HARI RAYA: Salah satu warga Dusun Jamuran, Desa Sidodadi, Kecamatan Wagir membuat ogoh-ogoh untuk rangkaian perayaan Nyepi.

WAGIR - Dua pekan lagi, umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi.

Perayaan tersebut identic dengan arak-arakan ogoh-ogoh yang kemudian dibakar sehari sebelum Nyepi.

Oleh karena itu, sejak beberapa pekan lalu umat Hindu sudah menyiapkan ogoh-ogoh.

Seperti yang dilakukan warga Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir. Kasir, salah satu warga Dusun Jamuran menyebut, pihaknya sudah mulai membuat ogoh-ogoh sejak 2 bulan lalu.

Diperkirakan, ogoh-ogoh tersebut tuntas dua pekan lagi.

Dia membuat ogoh-ogoh dengan tema matsarya yang artinya sifat serakah, dendam, dan iri hati.

“Matsarya ini salah satu sifat atau unsur dalam diri manusia yang harus dikendalikan supaya saat Nyepi, sifat-sifat buruk itu tidak muncul,” ujarnya kemarin.

Pria 40 tahun itu menyebut, untuk membuat ogoh-ogoh membutuhkan Rp 1,5 juta-Rp 1,7 juta.

 

Itu diperkirakan tanpa tenaga dan konsumsi.

Ukurannya pun cukup besar.

Yakni lebar 2 meter dan tinggi sekitar 3,5 meter.

Dia memaparkan, membuat ogoh-ogoh tentu ada kesulitan.

Utamanya bagian anatomi tubuhnya.

Seperti detail tangan dan ekspresi wajah.

Hal tersebut juga disampaikan Riko Prasetyo, salah satu perajin asal Dusun Jamuran.

Dia mengatakan, membentuk bagian-bagian tubuh seperti otot dan mata menjadi tantangan tersendiri.

Apalagi ukuran ogoh-ogoh bisa dibilang cukup besar.

Riko dan teman-temannya membutuhkan waktu sekitar sebulan untuk membuat ogoh-ogoh itu. Ini sudah pekan ketiga.

Baca Juga: Sambut Ramadhan 2025: 4 Rekomendasi Toko Baju Muslim di Malang untuk Tampil Modis di Hari Raya

Bahannya terbuat dari besi dan bambu untuk kerangka dan kertas.

Tingginya sekitar 3 meter.

“Saya dan teman-teman membuat dua ogoh-ogoh. Yaitu celuluk dan dadong guliang,” kata pria berusia 28 tahun itu.

Celuluk sejenis leak Bali dan dadong guliang merupakan nenek-nenek Bali yang memiliki sifat buruk.

Nantinya, ogoh-ogoh tersebut akan diarak pada upacara Tawur Kasanga.

Yakni satu hari sebelum perayaan Nyepi.

Dalam acara itu, biasanya umat Hindu akan mengarak ogoh-ogoh, kemudian membakarnya.

Dengan tujuan untuk menghilangkan sifat angkara murka atau keburukan dalam diri manusia. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#warga #Hilangkan #Siapkan #Wagir #sifat #bertema #matsarya #ogoh-ogoh #malang #arak-arakan #buruk #simbol #Manusia #nyepi