PUJON - Malang barat termasuk kawasan di Kabupaten Malang yang sering diterjang bencana hidrometeorologi.
Dalam kurun hampir tiga bulan, Januari-Maret 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat ada 18 kali bencana.
Melanda kecamatan Pujon, Ngantang, dan Kasembon.
Baca Juga: Malang 39 Kali Digoyang Gempa, Perhatikan Imbauan BPBD Terutama di Kawasan Rawan Bencana
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan merinci kawasan mana saja yang dilanda bencana.
“Terdiri atas 10 kali bencana di Kecamatan Pujon, sedangkan Ngangang dan Kasembon masing-masing empat kali diterjang bencana,” kata dia.
Bencana yang paling sering adalah longsor.
Pujon menjadi kecamatan paling banyak dilanda bencana selama tiga bulan kurang ini, yakni 7 kejadian.
Baca Juga: Tanggap Bencana Banjir Jabodetabek, BRI Peduli Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak
Sementara untuk bencana tanah longsor di Ngantang ada 3 kejadian, dan Kasembon empat kejadian.
Lalu untuk kejadian lain adalah pohon tumbang dan angin kencang.
Di Pujon ada 2 kejadian pohon tumbang dan 1 angin kencang.
Kemudian di Ngantang, sekali pohon tumbang.
“Di Kasembon tidak tercatat bencana lain selain longsor,” sebut Sadono.
Di banding kecamatan-kecamatan lain, dia mengatakan, Malang Barat paling banyak bencana alam.
Sedangkan untuk kecamatan lain mendapati bencana alam antara satu sampai tujuh kejadian.
”Jumlah terbanyak di Singosari dengan total tujuh kejadian,” terangnya.
Terdiri atas masing-masing dua kejadian angin kencang, pohon tumbang dan longsor serta sekali banjir.
Baca Juga: Kabupaten Malang Siaga Bencana hingga April Depan
Disinggung soal mengapa Malang Barat rawan bencana, Sadono menyebut ada hubungannya dengan topografi wilayah di tiga kecamatan, yakni Pujon, Ngantang, dan Kasembon.
Rata-rata, lanskap di sana merupakan perbukitan dan pegunungan.
Sekaligus banyak tebing dan tanah curam.
Selain itu, dia mengatakan, banyak vegetasi pepohonan lebat yang menghilang.
Baca Juga: 78 Rumah di Kanjuruhan Rusak karena Bencana Hidrometeorologi
“Satu contoh di Kedungrejo (Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon) memang lama menjadi lahan pertanian,” ucap dia.
Bencana terbaru terjadi pada Sabtu lalu (15/3).
Lokasinya di RT 05, RW 02 Dusun Kalangan, Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon.
Bagian belakang rumah milik Samsul Alami jebol setelah tertimpa material longsor pada pukul 17.30.
Diketahui, hujan yang mengguyur Pujon dan Ngantang selama beberapa jam menjadi penyebab runtuhnya tebing setinggi 5 meter, lebar 10 meter dan ketebalan 3 meter tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Tapi tembok dapur rumah warga rusak berat.
“Sampai sekarang kami masih menanti pendataan jumlah kerugian dari pihak desa,” ucap Sadono. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho