KEPANJEN – Meski sudah memasuki arus mudik, arus lalu lintas di sejumlah jalur masih landai.
Kemarin (24/3), data Satlantas Polres Malang mencatat, kendaraan yang masuk Kabupaten Malang dari akses tol Malang-Pandaan berkisar 700 unit per jam, terutama pada jam-jam sibuk seperti 10.00 sampai 15.00.
Kemudian di luar jam sibuk berkisar 200 kendaraan per jam.
“Kepadatannya seperti hari biasa,” ujar Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang Ipda Andi Agung seusai memantau arus lalu lintas di hari pertama arus mudik kemarin.
Dia memperkirakan, puncak kepadatan arus lalu lintas terjadi pada 28, 29, dan 30 Maret depan.
Sebab, para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun karyawan perusahaan sudah memasuki masa libur Lebaran.
Dengan demikian, mudik ke kampung halaman masing-masing.
Kendati masih landai, dia mengatakan, seluruh personel yang disiagakan untuk mudik sudah berjaga-jaga.
Mereka tersebar di satu titik pos pelayanan dan enam pos pengamanan.
Selain itu, dia melanjutkan, petugas juga disebar ke beberapa titik-titik trouble spot di Kabupaten Malang.
Berdasar pantauannya, ada empat titik trouble spot di Malang barat, empat titik di Malang utara, lima titik di Malang timur, dan 12 titik di Malang selatan.
Lebih banyak personel disiagakan pada titik-titik trouble spot untuk antisipasi ketika jalan tiba-tiba mengalami kemacetan.
Masing-masing titik trouble spot sudah diberi jalur alternatif atau jalur arteri.
Tujuannya untuk mengurai kendaraan ketika kepadatan terjadi kepadatan arus lalu lintas.
Andi mengungkap biasanya dalam suasana arus mudik jalur arteri lebih banyak dilintasi kendaraan.
“Jumlah kendaraan yang melintas di jalur arteri tentu lebih banyak daripada kendaraan yang melewati jalan tol,” kata Andi.
Selain jumlah kendaraan di jalur arteri diperkirakan lebih banyak, kendaraan yang melintas juga lebih beragam.
Namun pada jalur arteri diutamakan kendaraan kecil seperti sepeda motor.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Willy Deni Permana memaparkan, terdapat puluhan ribu kendaraan yang akan melintas di jalur arteri.
Sebab jalur tersebut memiliki jumlah yang banyak tersebar di masing-masing jalur trouble spot.
“Bisa mencapai 17 ribu sampai 30 ribu kendaraan per hari,” katanya.
“Kalau puncak arus mudik bisa lebih padat lagi,” pungkas Teknisi Kebun Alpukat Willy. (aff/dan)
Editor : A. Nugroho