Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Umat Hindu dari Dua Dusun Kabupaten Malang Musnahkan 18 Ogoh-Ogoh

Bayu Mulya Putra • Minggu, 30 Maret 2025 | 16:46 WIB
TAHUN KETIGA: Warga mengarak ogoh-ogoh berkeliling dua desa sebelum membakarnya di Lapangan Dusun Losari, Wagir, dini hari kemarin.
TAHUN KETIGA: Warga mengarak ogoh-ogoh berkeliling dua desa sebelum membakarnya di Lapangan Dusun Losari, Wagir, dini hari kemarin.

KABUPATEN - Selain di Kota Malang dan Kota Batu, semarak upacara Tawur Agung Kesanga juga terlihat di Kabupaten Malang hingga Jumat malam (28/3).

Seperti yang dilakukan umat Hindu dari dua dusun dan dua desa. Yakni Dusun Losari, Desa Sidorahayu dan Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir.

Sejak pukul 17.00 umat Hindu dari dua dusun itu melaksanakan rangkaian sembahyang dan parama santi di Pura Dharmayasa Jamuran.

Puncak upacara yakni parade ogohogoh yang diarak keliling dua desa.

Ada 18 ogoh-ogoh berukuran besar yang diarak dari Pura Dharmayasa Jamuran ke kawasan Pura Kawi Losari.

Ogoh-ogoh yang menjadi perwujudan Bhuta Kala itu hadir dengan berbagai macam bentuk.

Mulai dari raksasa bertampang seram hingga patung perempuan yang melambangkan hawa nafsu mewakili sifat angkara murka dan energi negatif.

"Setelah diarak keliling desa, ogoh-ogoh kami sucikan dengan percikan tirta atau lukatan untuk menetralisir energi negatif sebelum nanti dibakar di Lapangan Dusun Losari," terang Ngatmadi, Pemangku Pura Dharmayasa Jamuran.

Pemusnahan ogohogoh dengan api dilakukan dini hari kemarin sekitar pukul 00.20.

Itu menjadi bagian dari tradisi umat Hindu menghilangkan sifat buruk dan energi negatif manusia.

"Pembakaran itu ditujukan agar umat Hindu yang merayakan Nyepi bisa beribadah dengan tenang pada esok hari," tambah Ngatmadi.

Antusias warga cukup tinggi untuk mengikuti rangkaian upacara.

Itu bisa dilihat dari beberapa ogoh-ogoh ukuran kecil yang diangkut anak-anak dan ibu-ibu.

Govinda, pemuda Hindu dari Dusun Jamuran mengaku tak pernah absen dari ritual tahunan itu.

"Ini tahun ketiga kolaborasi dari dua dusun, Jamuran dan Losari.

Meski sempat tertunda hujan saat sembahyang tadi, acara tetap berlangsung meriah," kata pria yang akrab disapa Gogo itu.

Handoko, Ketua pelaksana pawai ogoh-ogoh menerangkan, perayaan upacara Tawur Kesanga tahun ini mendapatkan banyak dukungan.

Selain datang dari desa, juga ada dukungan dari pihak kecamatan.

"Upacara tahun ini juga banyak mendapat dukungan dari masyarakat, tak terkecuali dari umat Muslim di desa ini.

Itu merupakan wujud toleransi beragama yang nyata," terang pria asal Dusun Losari itu.

Setelah merayakan Upacara Tawur Kesanga, umat Hindu melanjutkan rangkaian ibadah Nyepi dengan Catur Brata Penyepian kemarin (29/3). (wb4/by)

Editor : A. Nugroho
#Kota Batu #hindu #Kabupaten Malang #upacara tawur agung kesanga #Kota Malang #ogoh-ogoh #Pembakaran Ogoh-Ogoh #nyepi