KABUPATEN – Aktivitas menerbangkan balon udara saat Lebaran merambah wilayah Kabupaten Malang.
Apesnya, dua balon udara berukuran raksasa menyangkut di kabel listrik pada Selasa lalu (1/4).
Ribuan rumah warga di dua kecamatan mati lampu.
Tepatnya di Kecamatan Pujon dan Kecamatan Lawang.
Baca Juga: Balon Udara Tersangkut, Listrik dari Songgoriti Hingga Pujon Mati
Terkait kejadian di Pujon, Manager PLN ULP Batu Catur Surya Dharma Suryana menjelaskan bahwa satu balon udara tersangkut kabel listrik di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Dampak dari insiden itu, aliran listrik warga Songgoriti sampai ujung Kecamatan Pujon, tepatnya Dusun Dadapan dan Dusung Ngebrong, padam.
”Yang terdampak sekitar 8.000 rumah yang terdampak. Pemadaman total terjadi pukul 05.59 sampai 06.04,” kata Catur.
Untungnya pemadaman aliran listrik itu tidak berlangsung lama.
Hanya sekitar lima menit saja.
Tapi, evaluasi balon udara yang tersangkut kabel itu membutuhkan waktu cukup lama.
Sekitar 1,5 jam.
”Butuh waktu lama karena ukuran balon udara yang cukup besar. Selama evakuasi tidak ada pemadaman listrik karena memang siaga hari raya,” papar Catur.
Pada hari yang sama, satu balon udara juga tersangkut tiang listrik di Jalan Kalianyar, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Dampaknya, 11 wilayah mengalami pemadaman listrik.
Kabar itu diakui Team Leader Teknik PLN ULP Lawang Dani Hermawan.
”Listrik padamnya mulai pukul 09.57. Setelah ditelusuri hingga pukul 10.23, akhirnya diketahui bahwa penyebabnya balon udara tersangkut,” tutur Dani.
Baca Juga: Tak Membayar Sewa, Kabel Utilitas di Surabaya Diputus
Perbaikan baru selesai pada pukul 11.40.
Hingga kemarin belum diketahui jumlah rumah yang terdampak pemadaman listrik tersebut.
Penelusuran Jawa Pos Radar Malang insiden akibat balon udara juga terjadi di beberapa daerah lain.
Misalnya di Tulungagung, dua rumah dan satu mobil rusak terkena ledakan balon udara.
Sedangkan di Blitar, atap milik salah satu warga mengalami kerusakan akibat ledakan benda tersebut. (adk/mel/fat)
Editor : A. Nugroho