Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Produksi Alpukat di Kabupaten Malang Meningkat 29.813 Ton

Mahmudan • Jumat, 4 April 2025 | 17:42 WIB
UNGGULAN: Salah satu petani apukat yang berada di Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang saat merawat tanamannya, beberapa waktu lalu. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)
UNGGULAN: Salah satu petani apukat yang berada di Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang saat merawat tanamannya, beberapa waktu lalu. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)

LAWANG - Alpukat menjadi salah satu produk unggulan di Kabupaten Malang.

Selama tiga tahun terakhir, produksinya terus meningkat.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, produksinya pada 2022 mencapai 44.142 ton.

Kemudian meningkat menjadi 48.153 ton pada 2023 dan 77.966 ton pada 2024.

Dengan demikian, dari 2023 menuju 2024 terdapat peningkatan 29.813 ton.

Varietas yang ditanam adalah alpukat kelud, vietnam, aligator, dan sebagainya.

Produksi terbanyak di dua kecamatan, yakni Ampelgading dan Wajak.

Khusus Ampelgading menghasilkan 34.666 ton.

Kemudian Wajak 10.013 ton.

“Untuk memaksimalkan alpukat berkualitas, kami selalu membina kelompok dan kelembagaan petani, termasuk budidayanya,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicenna Medisica Sani Putera kemarin.

Kabupaten Malang memiliki alpukat khas yang sedang dikembangkan.

Namanya alpukat pameling.

Alpukat tersebut memiliki tampilan yang berbeda dengan alpukat lainnya.

Satu buahnya bisa berukuran 0,8-2 kilogram.

Avi menyebut, tahun ini, salah satu kelompok tani (poktan) di Lawang sedang menjalin kemitraan dengan banyak petani.

Mulai dari Pujon, Ngantang, Kalipare, Turen, hingga Wajak.

“Total lahannya hampir 300 hektare. Diperkirakan tahun depan sudah bisa panen,” ucapnya.

Pejabat eselon II B Pemkab Malang itu juga menyebut, per hektare lahan bisa ditanam 900 pohon alpukat.

Per pohonnya bisa menghasilkan 1 kuintal.

Jika ditotal, 300 hektare lahan bisa menghasilkan 27.000 ton buah.

Dengan produksi yang konstans, akhir 2025 depan menghasilkan 104.000 ton alpukat dalam satu tahun.

Menurut Avi, alpukat tidak hanya bisa dijual dalam bentuk buah segar.

Namun juga dapat dijual dalam bentuk frozen.

“Sehingga cocok untuk menyuplai kebutuhan industri kuliner di Malang Raya. Bahkan, mereka (petani alpukat) juga persiapan untuk ekspor,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#Produksi #wajak #petani #alpukat #Kabupaten Malang #Meningkat