Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bumi Kanjuruhan Dilanda 81 Bencana Hidrometeorologi

Mahmudan • Jumat, 4 April 2025 | 17:50 WIB
BENCANA HIDROMETEOROLOGI: Pohon tumbang akibat tersapu angin di Desa Sumber manjing Wetan, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. (BIYAN MUDZAKY HANINDITO / RADAR KANJURUHAN)
BENCANA HIDROMETEOROLOGI: Pohon tumbang akibat tersapu angin di Desa Sumber manjing Wetan, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. (BIYAN MUDZAKY HANINDITO / RADAR KANJURUHAN)

KEPANJEN - Bumi Kanjuruhan termasuk daerah yang kerap dilanda bencana.

Dalam kurun tiga bulan, Januari-Maret 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat 81 bencana alam.

Mayoritas bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, gempa bumi, dan pohon tumbang akibat angin kencang.

Khusus gempa bumi ada 39 kejadian.

Berdasar data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Karangkates, ada 16 gempa di antaranya berpusat di wilayah Kabupaten Malang.

“Semuanya berada di lepas pantai. Untuk magnitude-nya paling besar 4,5 skala richter,” ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Ma’mu ri beberapa waktu lalu.

Gempa dengan skala 4,5 tersebut terjadi pada 16 Maret lalu sekitar pukul 08.15.

Lokasi gempa berada 75 kilometer Kabupaten Malang dan berada di kedalaman 39 kilometer.

Jarak tersebut diukur dari jarak ibu kota Kabupaten ke lokasi gempa.

Ma’muri mengatakan, gempa-gempa tersebut tidak memiliki efek apa-apa.

Hal itu berlaku pula pada 38 gempa lainnya sejak Januari lalu.

“Karena memang jarak dan kedalamannya jauh. Selain itu tidak pernah ada yang sampai skala 5,” ujar dia.

Sementara untuk bencana lain, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, sampai Maret ini pihaknya masih disibukkan dengan bencana hidrometeorologi.

“Sampai tanggal 23 Maret lalu ada 21 kejadian angin kencang, delapan banjir, 16 pohon tumbang, dan 36 longsor,” terang dia.

Paling parah adalah 10 kejadian akibat angin kencang di Malang selatan pada Sabtu (22/3).

Mulai pukul 14.30 sampai 16.30, angin kencang disertai hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, Turen dan Dampit.

Akibatnya, tujuh bencana angin kencang merusak properti dan 3 pohon tumbang.

Selain itu, ada 15 rumah rusak ringan, 4 rumah rusak berat, dan satu fasilitas umum berupa gedung pertemuan nelayan di Pantai Tamban rusak.

“Untuk kerugian materi masih dalam perhitungan,” ucap Sadono.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih waspada.

Sadono menyebut, berdasar prakiraan cuaca BMKG, potensi cuaca buruk masih bisa terjadi sampai 23 April depan.

“Hujan angin sebentar saja bisa berakhir bencana,” tandas dia. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#gempa bumi #longsor #Banjir #angin kencang #pohon tumbang #Hidrometeorologi #Bencana