KEPANJEN - Kepadatan arus lalu lintas di jalur utama Malang Blitar menjadi perhatian serius Pemkab Malang.
Guna mengurangi kepadatan kendaraan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang mengusulkan pelebaran ruas jalan, terutama di Slorok, Kecamatan Sumberpucung.
Dishub dan Satlantas Polres Malang memetakan titik macet di sepanjang jalur tersebut.
Yakni simpang tiga Talangagung dan simpang Dawuhan di Kepanjen sampai Bendo, Kecamatan Pakisaji.
Kawasan tersebut yang dinilai perlu dilebarkan.
”Kemudian Simpang Tiga Slorok di Kromengan mengalami kepadatan arus lalin sejak H7 sampai H+7 Lebaran,” ujar KBO Satlantas Polres Malang Ipda Nur Adnan kemarin.
Kepadatan kendaraan paling tinggi terjadi pada Minggu lalu (7/4).
Data Polres Malang sekitar pukul 15.30 misalnya, kendaraan mengular sepanjang 100 meter di jalur tersebut.
Arus lalin baru mulai longgar sekitar pukul 22.00.
Di lain tempat, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Malang Willy Deni Permana mengatakan, di jalur utama Malang-Blitar, setiap menitnya ada sekitar 100 kendaraan yang melintas.
Meski volume kendaraan tinggi, namun dia menilai menurun dibanding musim libur Lebaran tahun lalu.
“Musim libur Lebaran tahun lalu bisa mencapai 150 atau 200 kendaraan dalam satu menit. Kepadatan terlihat dari Kacuk (Kota Malang) sampai Slorok (Sumberpucung, Kabupaten Malang),” kata dia.
Salah satu penyebabnya adalah adanya pelebaran di Jalan Nasional yang masuk di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan.
Menurutnya, hal itu berdampak signifikan dalam mengurangi volume kepa datan lalu lintas.
Willy mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan pelebaran jalan ke Kementerian PU.
Ada tiga tempat yang diusulkan pelebaran.
Yaitu Simpang tiga Slorok dan Talangagung, serta sepanjang jalan dari simpang tiga Dawuhan sampai ke batas Kepanjen-Pakisaji.
Teknisnya, dua titik jalan yang dilebarkan sepanjang 800 meter sampai 1 kilo meter.
Di Talangagung ke arah barat sampai batas Kepanjen-Kromengan, dan dari Dawuhan sampai ke arah utara.
“Kalau bisa dibuat empat lajur seperti di Singosari-Lawang itu bisa mengurai kemacetan secara signifikan,” kata dia.
Usulan tersebut mengacu hasil rapat koordinasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada 13 Maret lalu.
“Itu (pelebaran) kewenangan pemerintah pusat. Tahun ini nihil karena ada efisiensi. Harapan kami tahun depan bisa terwujud,” tandas dia.
Sementara itu, lonjakan arus mudik terjadi di wilayah Malang Utara dan Malang Selatan.
Namun arus balik diperkirakan kembali normal hari ini (8/4).
“Karena hari ini (8/4) para pegawai sudah masuk kerja. Jadi diperkirakan arus lalin kembali normal,” kata Willy.
Pada harihari sebelumnya, kepadatan kendaraan dimulai pukul 08.00.
Mayoritas di jalur wisata Malang-Bromo lewat Ngadas, jalur Karanglo-Karangploso, dan Malang-Kediri via Pujon. (biy/aff/dan)
Editor : A. Nugroho