KEPANJEN – Setelah dinyatakan tak layak dalam risk assessment Polda Jatim awal Februari lalu, kini Stadion Kanjuruhan kembali di-risk assessment.
Kali ini dilakukan oleh tim dari Mabes Polri. Kemarin (9/4) memasuki hari kedua penilaian risiko.
Rencananya penilaian berlangsung hingga tiga hari, yakni 8-10 April 2025.
“Setelah asesmen (penilaian), kami akan melihat hasilnya. Kalau memang nilainya itu sudah layak, berarti kan bisa dilaksanakan pertandingan di Stadion Kanjuruhan,” ujar Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang Lusiani Ferelia kemarin.
Seperti diberitakan, hasil risk assessment dari Polda Jatim pada awal Februari lalu, Stadion Kanjuruhan mendapat skor 54 dari 100.
Untuk di nyatakan layak beroperasi, setidaknya harus mendapatkan skor 55.
Saat ini, Lusi menyebut, meski belum 100 persen namun interior stadion sudah terpenuhi.
Selain sarana dan pra sarana (sarpras) stadion, dia mengatakan, dalam penilaian risiko itu juga dibahas kesiapan panitia pelaksana (panpel) untuk penyelenggaraan pertandingan, termasuk proses pengamanan, alur penanganan kesehatan, kebencanaan seperti pemadaman kebakaran.
“Kesiapan panitia untuk evakuasi ketika terjadi bencana atau hal-hal yang tidak diinginkan juga menjadi bagian asesmen,” imbuh Lusi.
Dia menegaskan, pemenuhan ruang medik akan dituntaskan saat mendekati pertandingan.
Meski begitu, dia mengatakan, sudah ada instruksi dari bupati untuk bekerja sama dengan RSUD Kanjuruhan dalam pemenuhan ruangan tersebut.
Untuk sementara, sistem Memorandum of Understanding (MoU) dengan Arema FC dilakukan setiap event, baik latihan maupun pertandingan.
Harga sewanya pun disesuaikan dengan keperluan kegiatan.
Untuk latihan misalnya, dibanderol sekitar Rp 3 juta sampai Rp 6 juta.
Sedangkan pertandingan bertarif sekitar Rp 60 juta sampai Rp 70 juta.
“Pertandingan juga tergantung waktunya. Kalau siang memang segitu (Rp 60 jut – Rp 70 juta). Kalau malam bisa di atasnya, karena ada tambahan pemanfaatan lampu,” pungkas pejabat eselon III B Pemkab Malang itu. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho