KABUPATEN – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Turen pada Rabu sore (9/4).
Angin kencang itu membentuk pusaran dan menerbangkan atap rumah Dwi Yulis Prihati di Dusun Krajan, Desa Sananrejo.
Plengsengan milik Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah di dusun yang sama juga longsor dan menimbun jalan.
Pembersihan dua titik terdampak cuaca ekstrem itu dilakukan hingga kemarin (10/4).
Hujan mulai turun sekitar pukul 15.30.
Tak berselang lama, muncul angin kencang yang membentuk pusaran (angin puyuh).
Saat itu Dwi sedang bersantai bersama cucunya di depan rumah yang memiliki kolam pemancingan.
Rumah berukuran 10x15 meter itu ditempati lima orang, termasuk cucu Dwi yang berumur empat tahun.
Melihat angin puyuh yang mendekat, Dwi mengajak cucunya masuk ke dalam rumah untuk berlindung.
Tapi, angin justru mengangkat atap rumah Dwi yang berbahan asbes.
Ujung atap samping terbang ke bagian tengah rumah dan akhirnya ambruk.
“Pas mau melewati pintu, tiba-tiba atap sudah ambruk,” ujar Tika, anak Dwi saat ditemui di rumahnya kemarin.
Karena kaget, Dwi dan cucunya tidak sadarkan diri.
Keduanya langsung ditolong oleh beberapa pengunjung yang sedang memancing.
Sementara itu, sekitar 500 meter dari rumah Dwi, sebuah plengsengan ambrol setelah terkena hujan deras. Tingginya sekitar empat meter dengan lebar 15 meter.
Material dari plengsengan milik Pesantren Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaaair Rahmah itu menimbun badan Jalan KH Wahid Hasyim dengan ketebalan sekitar dua meter.
Akses jalan menuju Desa Sanankerto sempat terputus saat itu.
Beberapa warga dan relawan langsung berusaha membersihkan material longsoran yang menutup badan jalan.
Hingga Rabu malam hanya separo longsoran yang bisa disingkirkan, tapi jalan sudah bisa dilewati.
“Pembersihan dilanjutkan hari ini (kemarin, red) karena curah hujan sebelumnya cukup deras,” kata Kepala Dusun Sananrejo, Desa Sananrejo Andriyan Bagus.
Warga dan petugas kembali bergotongroyong membersihkan jalan sekitar pukul 07.30 kemarin.
Butuh waktu tujuh jam untuk menyelesaikan pembersihan longsor hingga rampung pada pukul 14.00.
Sementara itu, perbaikan atap rumah milik Dwi juga dilakukan kemarin pagi.
Atap berbahan asbes dengan bentuk gelombang bisa langsung dipasang.
Tapi pembersihan runtuhan atap belum diselesaikan secara menyeluruh. (aff/fat)
Editor : A. Nugroho