Tiga Santri Tenggelam Ditemukan Tak Bernyawa
KABUPATEN – Tiga santri Ponpes Amanatul Ummah Mojokerto yang tenggelam di Pantai Balekambang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa kemarin (11/4).
Mereka adalah Yasser Arafat Inninawa, 15, Muhammad Luthfi Munawar, 15, dan Muhammad Fahmi Sirrillah, 15.
Jenazah ketiga remaja itu dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.
Seperti diberitakan sebelumnya, tujuh santri Ponpes Amanatul Ummah berwisata ke Pantai Balekambang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang pada Rabu lalu (9/4).
Tiga di antaranya terseret ombak dan tenggelam.
Baca Juga: Lima Santri Mojokerto Terseret Ombak di Pantai Balekambang Kabupaten Malang
Pencarian skala besar dengan melibatkan Basarnas dilakukan sejak Kamis (10/4).
Kemarin, ketiga santri ditemukan pada waktu yang berbeda.
Yasser ditemukan pada pukul 07.32.
Dia sempat tercatat berdomisili di Sukolilo, Surabaya, tapi belakangan sudah pindah ke Sidoarjo.
Sementara itu, Luthfi yang merupakan warga Kecamatan Gentang, Surabaya ditemukan pada pukul 08.47.
Korban terakhir, yakni Fahmi, ditemukan pada pukul 14.48.
Dia tercatat berdomisili di Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.
Pantauan di RSSA Malang, yang pertama tiba di IKFM adalah jenazah Yasser, sekitar pukul 09.42.
Jenazah dibawa oleh ambulans dengan didampingi ayahnya, Khairuddin.
Selama mendampingi jenazah anaknya, Khairuddin berupaya untuk tegar.
Namun gurat kesedihan tetap tidak bisa disembunyikan lelaki yang tinggal di Kabupaten Sidoarjo tersebut.
Di tengah kesedihan yang mendalam, Khairuddin tetap menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim pencari yang sudah berhasil menemukan jenazah Yasser.
Dia juga menyampaikan permohonan maaf, termasuk kepada pondok pesantren.
Sebab, wisata yang dilakukan putranya dan enam santri lain malah berakhir menjadi musibah.
Khairuddin mengungkapkan, kepergian rombongan anaknya ke Balekambang ternyata tidak meminta izin Pesantren Amanatul Ummah.
Baca Juga: Pencarian Tiga Wisatawan Hilang di Balekambang Masih Berlanjut
Yasser juga tidak memberi tahu Khairuddin kalau pergi bersama temantemannya berwisata ke Malang Selatan.
”Mereka itu rombongan tujuh orang dan tidak izin. Jadi pergi keluar atas inisiatif sendiri,” ungkap dia.
Selama berada di Pantai Balekambang, Yasser juga bermain bersama kakaknya yang bernama Andi Khoirul Raffi, 16.
Dia merupakan pelajar kelas 9 MTs Amanatul Ummah.
Sementara Yasser masih duduk di bangku kelas 8.
Andi sebenarnya sempat berusaha menolong Yasser saat terseret ombak.
Kebetulan Andi adalah atlet renang.
Namun karena panik, tubuh Yasser semakin tidak seimbang dan terbawa air.
Andi akhirnya berhasil menyelamatkan diri.
Sementara Yasser dinyatakan hanyut.
Sejak saat itu, Andi ikut dalam proses pencarian sang adik.
Bahkan pada Rabu malam (9/4), Andi sempat dua kali lari ke pantai karena ingin menyelamatkan adiknya.
Namun segera dicegah pihak-pihak yang melakukan evakuasi.
Selama masa pencarian, Andi juga terus mendapat pendampingan.
Baca Juga: Akses Sulit, Pengunjung Pantai Balekambang Menurun hingga 70 Persen
Baik dari pihak pondok maupun keluarga.
”Alhamdulillah, selama dua hari ini kondisinya berangsur-angsur stabil,” imbuh Khairuddin.
Sementara itu, jenazah Luthfi yang tiba di RSSA menggunakan mobil PMI Kecamatan Gedangan pada pukul 11.00.
Yang terakhir datang jenazah Fahmi, yakni menjelang Magrib.
Proses Pencarian Komandan Tim (Dantim) Basarnas Surabaya Andris Dwi Prasetya menjelaskan, area pencarian kemarin diperluas ke arah barat.
Sebelumnya hanya sampai di Pantai Kondang Sugu (Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur).
Kemarin diteruskan hingga Pantai Baruna (Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo).
Untuk pencarian ke arah timur tidak berubah.
Tetap sampai di Pantai Wonogoro, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan.
Enam tim Search and Rescue Unit (SRU) yang diterjunkan kemarin akhirnya menuntaskan pekerjaan mereka.
Yasser dan Luthfi ditemukan pagi hari di arah barat daya Pantai Balekambang.
Posisinya dekat palung laut, sekitar 0,9 sampai 1 mil laut dari titik para korban berenang pertama kali.
Untuk diketahui, satu mil laut setara 1,8 kilometer.
Baca Juga: Bocah Usia 14 Tahun Tenggelam di Sungai
Sedangkan tempat para korban berenang pertama kali sekitar 100 meter dari bibir Pantai Balekambang.
Yasser dan Luthfi ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan wajah mengalami luka gores.
Andris menduga luka itu disebabkan terumbu karang di dasar laut.
Artinya, setelah dinyatakan hilang, tubuh korban langsung tenggelam sampai tiga hari.
Lalu mengapung lagi.
Setelah menemukan dua jenazah korban, pencarian dilanjutkan ke arah barat.
Akhirnya jenazah Fahmi ditemukan di perairan yang sudah masuk wilayah Pantai Kondang Merak.
Jaraknya sekitar 2 mil laut atau 3,7 kilometer dari titik pertama kali tenggelam.
Kondisi wajah Fahmi sudah rusak akibat terkena karang di dasar laut.
Bahkan, orang tua Fahmi sempat ragu apakah jenazah itu anak mereka atau bukan.
”Hasil identifikasi tim Inafis Polres Malang menyatakan bahwa korban adalah Fahmi. Tapi nanti ada identifikasi lanjutan di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSSA Malang,” tandasnya. (mel/biy/fat)
Editor : A. Nugroho