KARANGPLOSO - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPST 3R) menjadi salah satu andalan mengurangi sampah.
Sebab, keberadaannya bisa mengurangi volume sampah yang masuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
TPST 3R Annadhofah di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso atau Karlos misalnya, bisa menampung 8 kubik per hari.
Sampah tersebut kemudian dipilah oleh anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPST 3R Annadhofah.
Khusus hari Senin bisa menampung 10-12 kubik karena ada tumpukan sampai akhir pekan.
Jika ditotal, bisa mengumpulkan sekitar 52-60 kubik dalam sepekan.
Itu diperoleh dari 10 RW (RW 1-9 dan RW 17) di Desa Ngijo dengan total 2.500 KK.
“Residunya per minggu sekitar 7-8 dump truck. Per dump truck memiliki kapasitas 6 kubik,” ujar Ketua KSM TPST 3R Annadhofah Krisdwianto di sela pemilahan sampah, Jumat lalu (11/4).
Begitu terkumpul, sampah tersebut akan dipilah.
Sampah yang bisa dipilah seperti kertas, kardus, botol minuman, gelas plastik, dan galon diletakkan ke dalam pikap berwarna hitam.
Sedangkan residunya di dump truck Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang.
“Hasil yang sudah dipilah, kemudian disetorkan ke pengepul minimal dua minggu sekali. Sedangkan residunya dikirim ke TPA Paras, Poncokusumo,” terangnya.
Jika ditotal, residu per minggunya mencapai 42-48 kubik. Dengan demikian, maka TPST itu mampu mengurangi sampah di TPA Paras sebesar 10-12 kubik per minggu.
TSPT tersebut berdiri di Tanah Kas Desa (TKD).
Di lokasi TPST terdapat hanggar untuk memilah sampah dengan panjang sekitar 70 meter dan lebar 50 meter.
Sayangnya beberapa bagian atap hanggar tersebut rusak.
Krisdwianto menyebut, kerusakan akibat pembakaran sampah beberapa tahun lalu.
Pihaknya belum mempunyai anggaran untuk memperbaiki. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho