"Calon lokasi Sekolah Rakyat (SR) di Tumpang ini baru studi kelayakan.”
Lathifah Shohib Wakil Bupati (Wabup) Malang
TUMPANG - Tindak lanjut pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Malang terus dilakukan.
Kemarin (17/4), Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum (PU) RI Diana Kusumastuti turun langsung untuk verifikasi dan validasi lahan yang diusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
Wakil Bupati (Wabup) Malang turut mendampingi kunjungan tersebut.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Bantur Kabupaten Malang Butuh Lahan 5 Hektare
Kunjungan dilaksanakan di dua titik.
Yakni di Desa Jeru, Kecamatan Tumpang dan Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.
Keduanya merupakan lahan milik Pemkab Malang.
Baca Juga: 96 Sekolah Swasta Numpang Lahan, Ada yang Bayar Sewa, Mayoritas Pinjam Pakai
Di Desa Jeru, lokasi yang diusulkan yakni di Taman Buah Jeru.
Luas lahan sekitar 12 hektare, tetapi yang diusulkan untuk SR seluas 6,2 hektare.
“Calon lokasi sekolah rakyat di Tumpang ini baru studi kelayakan,” kata Wabup Malang Lathifah Shohib kemarin di sela mendampingi rombongan Kementerian PU (17/4).
Kemudian, Kementerian PU akan melakukan kajian kelayakan terlebih dahulu.
Namun, dia menyebut, Kabupaten Malang tetap menjadi salah satu pilot project untuk lokasi pembangunan SR.
Sementara itu, Diana mengatakan, lahan di Tumpang memang peruntukannya untuk pariwisata.
Baca Juga: Mayoritas Lahan Sekolah di Malang Milik Desa
Di dalamnya ada tanaman-tanaman yang berfungsi sebagai penghijauan.
Oleh karena itu, nantinya dia akan membandingkan dengan lahan di Kecamatan Bantur.
Tepatnya di sekitar Jembatan Pelangi, Desa Srigonco. Luas nya sekitar 9,6 hektare dan yang akan digunakan sekitar 5 hektare.
Baca Juga: Pemkot Malang Upayakan Pinjam Pakai Lahan UM hingga 2029
“Pohon-pohon di lokasi juga bagus. Sayang kalau kami tebang. Menebang pohon memang satu dua hari bisa selesai, tapi untuk menumbuhkan sampai besar butuh puluhan tahun,” ujar Diana setelah melakukan peninjauan lahan di Taman Buah Jeru, Tumpang.
Setelah meninjau dua lokasi, Diana akan melakukan kajian terlebih dahulu.
Tujuannya untuk memastikan lahan yang lebih sesuai dibangun SR.
Nantinya juga akan dipilih salah satu lahan yang paling sesuai.
Pembangunan SR direncanakan dalam dua tahap.
Tahap pertama yakni 1 Juli depan, harus sudah ada sekolah yang berfungsi.
Sedangkan tahap kedua yang membangun dari nol.
Oleh karena itu, dia tidak bisa memastikan awal tahun ajaran baru untuk SR tahap kedua.
“Konsep bangunannya nanti lengkap. Ada SD, SMP, SMA, asrama dan tempat ibadah, serta tempat edukasi lainnya,” pun gkas nya. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho