AMPELGADING - Sejak mengalami erupsi pada tiga hari (23/4), Gunung Semeru masih berstatus waspada.
Awan embusan terbawa angin ke arah barat, termasuk Kabupaten Malang.
Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang meminta warga tidak resah.
“Hanya hujan abu kecil di hampir seluruh wilayah Kabupaten Malang yang mendekati Gunung Semeru. Tidak ada kerugian materi tercipta,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.
Hingga Jumat lalu (25/4) pihaknya tidak meneima laporan adanya kerusakan.
Ia menyebut, fenomena yang terjadi dalam sepekan termasuk wajar.
Sebab sudah menjadi hal rutin dan tanda bencana besar juga masih jauh.
Menurut dia, hal itu merupakan ciri khas gunung api dengan kawah terbuka, bukan kaldera seperti Gunung Kelud.
“Erupsi itu bisa setiap hari terjadi, pertanda pelepasan energi dari perut buminya lancar. Kalau tidak keluar dalam beberapa hari malah bisa jadi ada penyumbatan di jalan magma atau kubah lavanya,” katanya.
Sementara itu, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Liswanto mengatakan, dalam sepekan terdeteksi satu kali erupsi ditandai semburan abu.
Akan tetapi letusan tidak menimbulkan gangguan dan kerusakan.
“Setiap hari ada aktivitasnya. Hanya saja erupsi yang sampai keluar awan abu itu baru sekali pada 23 April lalu,” kata Liswanto.
Pada hari itu, awan abu menyembur pada pukul 06.28 sampai 16.30.
Pihaknya mencatat ada 38 kali gempa letusan, dengan amplitudo 10-22 milimeter, dan lama gempa 79-214 detik.
Juga gempa embusan (pelepasan gas dan uap air dari kawah gunung berapi) sebanyak empat kali dengan amplitudo 4-7 milimeter dan durasi antara 34-86 detik.
Awan abu tersebut muncul di puncak Mahameru di ketinggian 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Diperkirakan ketinggian mencapai 800 meter.
“Abu akan terbawa angin sesuai arah mata angin hari itu, yakni arah barat ke Malang,” ucap dia.
Sebagian wilayah di Kabupaten Malang terdampak.
“Sebagian masuk Ampelgading yang berbatasan dengan Lumajang,” terangnya.
Masyarakat di sana diminta untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah tersebut. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho