Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkab Malang Alokasikan Rp 27 M untuk Jembatan

Mahmudan • Senin, 28 April 2025 | 17:43 WIB
BERTAHAP: Jembatan Kedungwaru, Kecamatan Kalipare yang rusak akibat bencana akhir 2024 akan segera diperbaiki. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)
BERTAHAP: Jembatan Kedungwaru, Kecamatan Kalipare yang rusak akibat bencana akhir 2024 akan segera diperbaiki. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)

KEPANJEN - Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang bakal memperbaiki jembatan rusak, namun bertahap.

Biaya pembangunan diperkirakan akan menghabiskan Rp 27 miliar.

Rinciannya, Rp 22 miliar untuk penggantian jembatan, sedangkan untuk rehabilitasi jembatan dijatah Rp 5 miliar.

Saat ini, pengadaan untuk perbaikan jembatan sudah dimulai.

“Beberapa kegiatan perbaikan jembatan sudah kami lelang,” ujar Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma ditemui beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan, ada belasan jembatan rusak akibat bencana pada akhir 2024 lalu.

Jembatan rusak akibat bencana itu tersebar di empat kecamatan.

Yakni Kalipare, Donomulyo, Bantur, dan Gedangan.

Me nurut Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Malang, sudah ada empat jembatan yang mulai lelang.

Yakni penggantian Jembatan Wonorejo, Kecamatan Singosari sekitar Rp 750 juta, penggantian Jembatan Gumukmas, Kecamatan Bantur dijatah Rp 1,6 miliar, penggantian Jembatan Banjarejo, Kecamatan Donomulyo dengan alokasi Rp 1 miliar, serta penggantian Jembatan Purworejo, Kecamatan Donomulyo dengan pagu Rp 750 juta.

”Begitu selesai lelang, baru kami eksekusi semua. Targetnya, sebelum Desember atau November depan sudah tuntas semua,” imbuh pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Selain mengandalkan APBD Kabupaten Malang, pihaknya juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Utamanya untuk jembatan yang konstruksinya rusak parah, sehingga harus diganti jembatan reli atau sering disebut jembatan bailey yakni jenis jembatan sementara.

Biasanya digunakan dalam kondisi darurat untuk mendukung kebutuhan akses cepat.

Jembatan tersebut dirancang untuk dipasang dan dibongkar dengan mudah, sehingga praktis digunakan di wilayah yang terkena bencana atau dalam proyek infrastruktur yang memerlukan akses sementara.

Ada lima titik jembatan yang akan dibantu Pemprov Jatim.

Di antaranya jembatan Rejoyoso.

“Satu jembatan itu hampir (menelan biaya) Rp 24 miliar. Tapi bisa menyesuaikan, tergantung bentang dan lebarnya jembatan,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#Pemkab #malang #DPUBM #Alokasi #jembatan #27 #Miliar