Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bulan Depan Pemkab Malang Mulai Bangun Sekolah Rakyat

Mahmudan • Kamis, 1 Mei 2025 | 19:07 WIB
Grafis rincian realisasi Sekolah Rakyat.
Grafis rincian realisasi Sekolah Rakyat.

Kemungkinan Prioritas Bantur, Butuh Rp 200 M

BANTUR – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur dipercepat.

Ditargetkan, bulan depan atau Juni sudah mulai pembangunan, sehingga 2026 bisa beroperasi.

Hal tersebut disampaikan Bupati Malang H M. Sanusi.

“Perizinannya sudah kami siapkan, sudah diurus oleh dinas terkait dan sudah keluar. Salah satunya KKPR (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang),” ujar Sanusi kemarin (30/4).

Saat ini, dia melanjutkan, KKPR diterbitkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Tata Ruang.

Sebelumnya, Sanusi menyebut, ada dua lahan yang disiapkan untuk pembangunan SR.

Yakni lahan 12 hektare di Desa Jeru, Kecamatan Tum pang dan lahan 9,6 hektare di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.

Meskipun lahan yang disediakan luas, namun hanya dipakai sebagian saja.

Dari sekitar 12 hektare di Tumpang, kemungkinan hanya dipakai sekitar 6,2 hektare.

Demikian juga di Bantur, dari total 9,6 hektare, diperkirakan hanya dipakai 5 hektare.

“Nanti kalau bisa ya dua duanya (dibangun SR). Tapi di sini (Desa Srigonco, Red) yang diprioritaskan. Kalau yang di sana (Jeru) masih banyak pohonpohonnya, jadi perlu ditebang dulu,” kata orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu.

Sedangkan lahan di Desa Srigonco itu saat ini berupa ladang tebu yang sudah siap panen.

“Rencana pembangunan menurut Kementerian PU (Pekerjaan Umum) ya Juni 2025 akan dimulai,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut.

Dengan demikian, SR dipastikan tidak dapat beroperasi tahun ini.

Sebab, pembangunan yang dilakukan juga cukup besar.

Mulai dari gedung kelas untuk SD, SMP, SMA, fasilitas penunjang pembelajaran, hingga asrama.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto mengatakan, SR di Kabupaten Malang baru bisa berjalan pada tahun ajaran 2026/2027.

“Sebelumnya kami memiliki alternatif untuk memanfaatkan bangunan sekolah yang sudah dimerger. Tapi, sekarang kami fokus dengan pembangunan di lahan baru saja,” kata Tomi.

Sebelumnya, pembangunan SR direncanakan dalam dua tahap.

Tahap pertama yakni pada Juli 2025 dan harus sudah ada sekolah yang berfungsi.

Sedangkan tahap kedua untuk sekolah yang membangun dari nol.

Namun demikian, Tomie menyebut, tahun ini, pembangunan untuk SR akan dimulai.

“Jumlah siswanya untuk SDSMP, satu rombel (rombongan belajar) ada 25 anak,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Per kelas, akan ada tiga rombel.

Sehingga satu jenjang akan ada 75 anak.

Dengan demikian, dalam satu SR akan diisi oleh 225 anak. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#Sekolah Rakyat #Bupati #bulan depan #bantur #Kabupaten Malang #pendidikan