Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Anggaran Rp 60 Juta Untuk Cabor Binaraga Malang, Kadispora Tak Sadar Atlet Konsumsi Ayam Tiren

Aditya Novrian • Sabtu, 10 Mei 2025 | 21:30 WIB
Kadispora buka suara soal dan yang tidak cair untuk cabor Binaraga. (Malang Posco Media)
Kadispora buka suara soal dan yang tidak cair untuk cabor Binaraga. (Malang Posco Media)

RADAR MALANG—Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang menetapkan dana sebesar Rp 61.446.000 guna mendukung persiapan cabang olahraga binaraga menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX tahun 2025.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 54.000.000 dialokasikan untuk kegiatan pemusatan latihan, sementara Rp 7.446.000 digunakan untuk pelaksanaan try out.

Menurut Kepala Dispora Kabupaten Malang, M Hidayat, pencairan anggaran untuk pemusatan latihan akan dilaksanakan secara bertahap selama tiga bulan, yakni pada April, Mei, dan Juni 2025.

“Nilainya bervariasi, mulai dari Rp1.000.000, Rp1.500.000, hingga Rp2.000.000 per orangnya, dengan total atlet dan pelatih sejumlah 14 orang,” jelasnya dilansir dari media Kompas.com pada hari Kamis, 8 Mei 2025.

Dana untuk fase awal pelatihan terpusat kini telah masuk ke rekening pribadi masing-masing pelatih dan atlet.

“Untuk saat ini kami sedang bersiap untuk merealisasikan anggaran tahap kedua, yang paling penting realisasi tahap pertama harus disertai dengan surat pertanggungjawaban (SPJ),” ungkap Hidayat.

Hidayat menjelaskan bahwa dana untuk try out baru akan dicairkan setelah pihak Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) menyatakan kesiapannya dalam menyusun laporan pertanggungjawaban anggaran.

“Sebab ini uang negara, Rp1 pun diharuskan ada pertanggungjawabannya,” tegas Hidayat.

Menurut Hidayat, jumlah dana yang dialokasikan bagi atlet binaraga telah disesuaikan berdasarkan proposal yang diajukan oleh KONI Kabupaten Malang.

“Nilai anggaran tersebut sudah sesuai dengan verifikasi dari KONI, termasuk estimasi raihan medali emas, perak, dan perunggu, jadi, kami sudah transparan,” jelasnya.

Meski begitu, Hidayat menyatakan bahwa dirinya sama sekali tak mengetahui jika para binaragawan Malang ternyata mengonsumsi ayam tiren demi meningkatkan asupan protein.

Menurutnya, dirinya tidak pernah menerima pemberitahuan atau ajakan komunikasi dari pihak KONI maupun PBFI Kabupaten Malang terkait hal itu sebelumnya.

“Saya sendiri tidak pernah tahu bahwa para atlet tersebut mengonsumsi ayam tiren, dan saya juga tidak pernah menyuruh mereka. Saya kira mereka juga tahu bahwa mengonsumsi ayam tiren itu tidak disarankan untuk kesehatan,” ungkapnya.

Rekaman yang memperlihatkan seorang atlet binaraga asal Kabupaten Malang sedang menyantap ayam mati kemarin menjadi sorotan dan menyebar luas di jagat maya.

Dalam video berdurasi 16 detik, tampak dua orang atlet sedang membersihkan ayam mati sebelum dimasak.

Ayam tersebut tergolong ayam tiren, yaitu unggas yang mati sebelum proses penyembelihan dan dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.

Menurut pelatih binaraga Indra Khusnul, para atlet terpaksa mengonsumsi ayam tiren demi mencukupi kebutuhan nutrisi menjelang pelaksanaan Porprov Jatim IX 2025.

Meskipun ia tahu bahwa mengonsumsi ayam yang mati sebelum disembelih tidak baik dari sisi kesehatan maupun ajaran agama, ia merasa tak memiliki pilihan lain untuk memenuhi kebutuhannya.

Indra mengungkapkan bahwa selama ini ia sering menggunakan uang pribadinya untuk mencukupi kebutuhan nutrisi para atlet, meskipun jumlahnya terbatas.

“Kebutuhan gizi atlet binaraga tergantung berat badan. Untuk kelas 60 ke bawah, minimal kebutuhan protein hewani adalah 1 kilogram per hari,” jelas Indra.

Indra menjelaskan bahwa dana yang disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Malang hanya dapat mencakup sekitar 10 persen dari total anggaran yang dibutuhkan oleh PBFI Kabupaten Malang.

“Untuk sisanya kami tanggung sendiri. Kami sendiri juga memiliki tempat latihan yang dikomersialkan untuk membantu subsidi atlet. Jadi, harapan kami, cobalah selami setiap cabor, apa kekurangannya, apa yang dibutuhkan itu harus diperhatikan,” harap Indra. (Talita)

Editor : Aditya Novrian
#atlet #dana cair #ayam tiren #Kadispora #binaraga