BMKG Sebut Masih Ada Potensi Hujan
LAWANG – Pekan ini, angin kencang mengamuk di sejumlah desa di Bumi Kanjuruhan.
Setelah belasan rumah di Desa Mangliawan dan Pucangsono di Kecamatan Pakis rusak diterpa angin, kini giliran Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang.
Korbannya adalah rumah Mursidi, 59, warga RT 01 RW 12 Dusun Paras, Desa Mulyoarjo.
Baca Juga: Belasan Rumah di Kecamatan Pakis Rusak Diterpa Angin Kencang
Bencana berawal dari hujan deras yang berlangsung pada Kamis malam (8/5).
Guyuran hujan disertai angin kencang.
Pohon bambu di belakang rumah Mursidi tidak mampu menahan terpaan angin, sehingga tumbang.
“Kemudian pohon bambu tersebut menimpa atap dan dinding rumah korban. Akibatnya, atap rusak dan dinding bagian belakang jebol,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin.
Tidak hanya rumah rusak.
Baca Juga: 11 Kecamatan di Kabupaten Malang Waspada Hujan Disertai Angin
Bencana tersebut juga melukai Mursidi.
Pria lanjut usia (lansia) itu tertimpa reruntuhan atap dan dinding, sehingga mengalami luka di bagian kepala dan kaki.
Saat kejadian, dia berada di belakang rumah.
“Korban tidak dibawa ke rumah sakit (RS), tapi ke tukang urut. Hanya dipijat karena cuma memar,” imbuh Sadono.
Akibat bencana tersebut, korban ditaksir mengalami kerugian Rp 20 juta.
Keesokan harinya, warga sekitar dan personel BPBD membantu perbaikan.
Mereka kerja bakti membersihkan puing-puing reruntuhan dan memperbaiki beberapa dinding yang sebelumnya ambrol.
Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda meminta warga waspada.
Baca Juga: Sembilan Bangunan di Gondanglegi Kabupaten Malang Terdampak Angin Kencang
Sebab, hujan disertai angin kencang masih mengancam hingga beberapa hari ke depan.
Berdasar prakirawan BMKG, cuaca di wilayah Kabupaten Malang diperkirakan bakal lebih banyak berawan hingga hujan.
“Masih dapat terjadi potensi hujan lebat disertai angin kencang,” ujar Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo Shanaz Septi kemarin. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho