Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perbaikan Dua Jembatan Korban Banjir di Kabupaten Malang Telan Rp 4,5 Miliar

Mahmudan • Minggu, 11 Mei 2025 | 17:31 WIB
BUTUH PERBAIKAN: Terpal warna oranye menutup ruas jalan di Desa Tunjungsari, Kecamatan Bantur yang tergerus longsor.
BUTUH PERBAIKAN: Terpal warna oranye menutup ruas jalan di Desa Tunjungsari, Kecamatan Bantur yang tergerus longsor.

BANTUR – Perbaikan jembatan rusak akibat diterjang banjir akhir November 2024 kini mulai ada titik terang.

Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang menyiapkan anggaran Rp 4,5 miliar untuk pengerjaan dua jembatan.

Yakni jembatan di Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur dan Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo.

Proyek perbaikan jembatan segera dilelang.

Seperti diberitakan, banjir besar telah terjadi di Malang selatan pada 28 November 2024 lalu.

Bencana hidrometeorologi itu merusak tiga jembatan penghubung antar desa.

Satu di perbatasan Kecamatan Bantur dan Pagak, tepatnya di Desa Rejoyoso.

Kemudian dua titik lainnya di Donomulyo.

Masing-masing di Jalan Hasanudin, Desa Donomulyo, dan Desa Sumberoto.

Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan Jalan DPUBM Kabupaten Malang Anita Aulia Sari mengatakan, dari tiga jembatan tersebut, hanya dua yang segera diperbaiki.

Yakni di Bantur dan Sumberoto.

“Kalau jembatan yang di Jalan Hasanudin, Donomulyo ditangani Provinsi Jatim. Sifatnya perbaikan sementara dengan menggunakan jembatan bailey,” kata dia.

Dia lantas merinci pagu anggaran Rp 4,5 miliar.

Sekitar Rp 3 miliar untuk perbaikan jembatan Rejoyoso, sedangkan sisanya Rp 1,5 miliar untuk perbaikan di Sumberoto.

Rejoyoso memakan anggaran lebih banyak karena jembatannya lebih panjang.

Anita menyebut, kedua jembatan tersebut bakal dirombak total.

“Untuk jembatan Rejoyoso rencana konstruksi komposit dengan balok wide flange (WF). Lalu Sumberoto pakai struktur box komposit,” papar dia.

Untuk diketahui, jembatan di Rejoyoso dibangun pakai baja struktural yang memiliki bentuk seperti huruf H.

Sedangkan yang di Sumberoto menggunakan baja komposit yang lebih ringan.

Disinggung soal kapan proyek akan dimulai, Anita menyebut sampai sekarang masih dalam persiapan lelang proyek di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

“Dalam waktu dekat dalam pekan ini bakal masuk laman LPSE,” tandas dia. (biy/dan)

Editor : Aditya Novrian
#perbaikan jembatan #Kecamatan Bantur #Jembatan rusak