KEPANJEN – Meski musim hujan segera berakhir, angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Bumi Kanjuruhan masih tinggi.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang menemukan sekitar 367 penderita baru.
Pada akhir Januari lalu masih tercatat 306 penderita DBD, kemudian awal Mei bertambah menjadi 673 penderita.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Malang dr Ivan Drie menyebut, peningkatan kasus DBD terjadi secara nasional.
Namun jumlah kasus di Kabupaten Malang termasuk tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia.
”Januari lalu, sesuai edaran Menteri Kesehatan (Menkes) RI, kami berkirim surat ke kecamatan untuk bisa aktif dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” ujar dokter Ivan kemarin (14/5).
PSN tersebut meliputi gerakan 3M plus.
Yakni menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, dan pot tanaman.
Kemudian menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti drum maupun tangki penyimpanan air.
Serta mendaur ulang barang-barang bekas yang bisa menampung air hujan, seperti ban bekas dan botol plastik.
Plus dalam 3M plus berarti tindakan pencegahan.
Ivan mencontohkan penggunaan lotion antinyamuk.
“Sedangkan kalau fogging tidak boleh sembarangan. Sebisa mungkin harus dilakukan oleh nakes,” imbuhnya.
Biasanya, dia melanjutkan, akan dilakukan secara selektif berdasar hasil penyelidikan epidemiologi (PE) positif oleh puskesmas.
Tentunya, sesuai dengan ketentuan penanggulangan DBD.
Namun, dia menjelaskan, tindakan fogging hanya membunuh nyamuk dewasa.
Sehingga kurang efektif untuk memberantas DBD.
Sebab, jentik-jentiknya masih bisa tumbuh menjadi nyamuk dewasa dan menyebabkan DBD.
Oleh karena itu, dia menerangkan, inti dari pencegahan maupun penanganan DBD adalah PSN.
“Jika terkena DBD tidak boleh main-main, karena di situ pembuluh darahnya rentan pecah,” ucap pria yang merangkap Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Lawang itu.
Oleh karena itu, dia mengungkapkan, pengobatan harus dilakukan secara intensif.
Pasien juga jangan sampai kekurangan cairan.
Selain itu, dia melanjutkan, perlu diberi obat-obatan yang supaya pembuluh darahnya tidak mudah pecah.
Bagi warga yang merasakan tanda-tanda DBD, dokter Ivan mengimbau agar segera mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.
Gejala DBD tersebut seperti demam dengan bercak-bercak merah di tubuh atau bahkan sampai mimisan. (yun/dan)