KEPANJEN – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk menangkal virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Menjelang penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha, pemkab menyiapkan 39.500 dosis vaksin PMK.
Vaksin-vaksin tersebut sudah disebar ke hewan ternak, terutama sapi dan kambing.
Tujuannya agar hewan kurban yang disembelih terhindar dari penyakit PMK.
”Total sudah ada 15.592 ekor hewan ternak di Kabupaten Malang yang divaksin PMK,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang Drh Woro Hambarrukmi.
Woro menjelaskan, sejak Januari hingga 9 Mei lalu terdapat 403 hewan ternak yang teridentifikasi mengidap PMK.
Sebagian besar sudah sembuh dan tersisa 5 ekor hewan.
Itu pun sedang dalam proses penyembuhan.
Pihaknya memastikan ketersediaan vaksin aman.
Sehingga tidak menimbulkan masalah pada menjelang Idul Adha.
”Selain itu, kami juga menyediakan obat obatan lainnya, seperti vitamin, obat cacing, antibiotik, dan disinfektan,” ujar Woro.
Terkait ancaman penyakit akibat cuaca yang terus berubah-ubah, Woro meminta para peternak untuk menjaga pakan serta manajemen hewan ternak dengan baik.
”Maka ternak akan tahan menghadapi perubahan cuaca. Sampai saat ini kondisi masih stabil,” jelas Woro.
Hingga saat ini pihaknya masih memberikan penyuluhan ke para peternak.
Penyuluhan tersebut berkaitan dengan pakan ternak, manajemen peternakan yang baik, dan penerapan biosecurity.
Lebih lanjut, pihaknya juga sudah menyiapkan tim untuk melakukan penyuluhan di lapak-lapak hewan ternak di Kabupaten Malang.
Lapak diperkirakan mulai ramai menjelang H7 Idul Adha.
”Kami akan keliling ke lapak-lapak penjualan, memeriksa hewan-hewan, dan memberikan surat keterangan kesehatan kepada hewan tersebut,” pungkas Woro.
Pihaknya akan belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sehingga upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus PMK dapat dimaksimalkan.
Jika hewan kurban seperti sapi dan kambing steril dari ancaman virus PMK, manfaatnya akan dirasakan masyarakat.
Sebaliknya, jika hewan kurban teridentifikasi PMK, dampaknya pada kualitas daging. (yad/dan)
Editor : Aditya Novrian