PUJON – Jumlah kunjungan wisatawan yang pasang surut berdampak terhadap omzet toko oleh-oleh.
Dalam sehari, terkadang mereka tidak satu pun pembeli.
Itulah yang dirasakan penjual oleh oleh di Kafe Sawah, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon.
”Kalau hari biasa atau weekday, orang hanya lewat saja. Tidak ada yang membeli,” ujar Wati, salah satu pemilik toko oleh oleh di desa wisata Pujon Kidul.
Penjual makanan ringan seperti keripik tempe dan kerupuk buah itu mengaku omzetnya terus merosot drastis.
Biasanya barang dagangannya hanya laku ketika weekend atau musim libur panjang dengan banyak wisatawan.
“Kalau akhir pekan ya lumayan, mungkin bisa dapat Rp 200 ribu per hari. Apalagi kalau musim libur panjang seperti pas hari raya, itu lebih banyak lagi,” terang warga Pujon Kidul itu.
Namun saat hari biasa, penghasilannya menurun drastis.
Meski kafe sawah dikunjungi beberapa wisatawan, tidak selalu membeli oleh-oleh di tokohnya.
”Mendapatkan puluhan ribu rupiah itu sudah bersyukur,” keluhnya.
Menurutnya, selain memang jumlah kunjungan wisata yang pasang-surut, sepinya pembeli itu juga disebabkan persaingan antar penjual oleh-oleh.
Apalagi, lokasi tokohnya juga dekat dengan penjual sayur-mayur yang lebih dibutuhkan masyarakat.
Selain itu, juga ada makanan ringan lain yang biasa dijadikan oleh-oleh para wisatawan.
Seperti sale pisang, pie susu, brem, mi lidi, dan sebagainya.
“Paling laris biasanya keripik buah dan kerupuk buah yang menjadi ciri khas Malang. Apalagi di sini dekat Kota Batu yang identik dengan apel,” ucap perempuan berusia 50-an tahun itu.
Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan beberapa waktu lalu, hanya ada beberapa wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan Cafe Sawah Pujon Kidul.
Sedangkan, spot oleh-oleh di kawasan tempat wisata tersebut sepi.
Bahkan beberapa kios terpaksa tutup. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho