Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

11 Pendaki Ilegal Tersesat di Bukit Lincing Singosari Via Kebun Teh Wonosari

Mahmudan • Sabtu, 31 Mei 2025 | 16:36 WIB
SELAMAT : Personel dari TNI dan Polri memeriksa kondisi kaki pendaki yang baru saja diselamatkan dari perbukitan Lincing, Desa Gunungrejo, Singosari kemarin (30/5).
SELAMAT : Personel dari TNI dan Polri memeriksa kondisi kaki pendaki yang baru saja diselamatkan dari perbukitan Lincing, Desa Gunungrejo, Singosari kemarin (30/5).

SINGOSARI – Nekat mendaki tanpa persiapan bisa membahayakan. Itulah yang dialami sebelas pendaki asal Bumi Arema. Mereka tersesat ketika naik ke Bukit Lincing, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari via kebun teh Wonosari, Kamis lalu (29/5).

Para pendaki ilegal tersebut baru ditemukan beberapa jam kemudian setelah dilakukan pencarian melibatkan tim gabungan dari PMI, Polsek Singosari, dan tim SAR. Kesebelas pendaki tersebut adalah Ester Yunita, 45; Alfonso, 45 dan Ventalia, 18. Ketiganya warga Jalan Plaosan Barat, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Kemudian Salwa, 18, dari Wagir, Ahmad Zaini, 46, dan Nurul Farida dari Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, lalu MRM, 17, dari Blimbing, Kota Malang. Kemudian ada Kridho Argo, 42, dan Lis Nurlia, 45, warga Desa Bedali, Kecamatan Lawang.

Terakhir ada NPI, 15, yang berasal dari Pakis, dan Khansa Maghfirah, 18, dari Desa Wonorejo, KecamatanLawang. Kapolsek Singosari AKP Try  Widyanto Fauzal mengatakan, 11 orang tersebut awalnya tidak saling mengenal. Mereka bertemu di kebun teh sekitar pukul 01.00 dini hari, sebelum pendakian dimulai.

“Awal mulanya mereka ingin melihat matahari terbit di perbukitan Lincing, tapi tanpa tiket ke sana,” terang dia.

SIGAP: Beberapa pendaki yang ditemukan selamat langsung dievakuasi ke posko Budug Asu, kemarin (30/5).
SIGAP: Beberapa pendaki yang ditemukan selamat langsung dievakuasi ke posko Budug Asu, kemarin (30/5).

Seharusnya, dia mengatakan, 11 orang tersebut mendaki melalui jalur Budug Asu. Akan tetapi mereka nekat mendaki lewat kebun teh. Sebelumnya, mereka menonton sebuah video di YouTube bahwa ada jalur pendakian via kebun teh.

Dengan pengetahuan minim akan medan, 11 orang tersebut nekat berangkat. Tapi ditengah perjalanan kehilangan arah. Sekitar pukul 09.00, salah satu pendaki bernama Nurul menghubungi temannya yang masih di bawah.

Sekitar pukul 10.00 dilakukan pencarian dengan melibatkan Polsek Singosari, Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat, tim Search And Rescue (SAR) Samudra, serta PMI Kabupaten Malang. Kemudian pukul 15.30 semua pendaki berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Tidak ada yang terluka.

Semuanya dikumpulkan di kawasan Budug Asu.

“Mereka pun pulang dijemput keluarganya masing-masing,” ujar Try.

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pendakian secara sembarangan. Terlebih, melalui jalur tidak resmi. Jika belum berpengalaman, disarankan menggunakan jasa pemandu.

”Pastikan mengikuti prosedur, melapor ke pengelola, dan membawa perlengkapan memadai. Jangan hanya berbekal informasi media sosial atau video dari media social (medsos),” imbau dia. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#Polres Malang #sar #pendaki ilegal #Kapolsek Singosari