KEPANJEN - Batik sebagai warisan Nusantara perlu dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini. Itulah yang dilakukan Sekolah Alam Generasi Rabbani, Gondanglegi. Sekitar 22 siswa kelas V diajari membatik di Griya Batik Seng, Desa Sengguruh, Kepanjen.
Penanggung Jawab Batik Sengguruh Evi Wahyu Astutik menyampaikan, pihaknya mengenalkan ciri-ciri batik yang diakui The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Bukan sembarang motif batik.
”Cara paling mudah membedakan itu, ada di warnanya. Kalau warna di balik baju itu pudar, artinya itu hanya baju yang bergambar batik,” kata Evi di sela mengajari anak-anak membatik.
Selain itu, teori terkait batik juga disampaikan. Mulai pengertian batik, jenis-jenis batik, hingga proses pembuatan batik. Namun yang paling ditekankan ketika praktik membatik.
”Anak-anak diharapkan tidak takut untuk mencoba hal baru,” kata dia.
Saat praktik membatik, dia mengatakan, masing-masing anak mendapatkan satu kain berukuran sapu tangan untuk membatik dan satu canting. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok. Rata-rata setiap kelompok beranggota lima siswa.
Masing-masing kelompok mendapat satu set kompor dan malam yang sudah dicairkan. Setelah membuat sketsa menggunakan pensil, mereka mulai menuangkan sketsa menggunakan malam.
Anak-anak itu diberi kebebasan berkreasi.
“Sebelum membatik, kami sudah mengenalkan cara memegang canting yang harus 45 derajat dan posisi tangan dalam memegang kain supaya tidak terasa panas di tangan,” ucap Evi.
Setelah selesai, anak-anak ganti belajar membatik cap. Itu untuk memberikan motif di sisi-sisi sapu tangan. Dia menjelaskan, membatik sudah bisa diajarkan sejak anak berusia 4-5 tahun atau memasuki jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD).
Hanya saja, khusus pembelajaran pada anak PAUD, harus mendapat pendampingan supaya aman. Sementara itu, salah satu siswa kelas V Sekolah Alam Generasi Rabbani Nafla Syakira menyampaikan, dia sangat menikmati kegiatan tersebut.
“Kegiatannya seru. Ini baru pertama kali saya belajar membatik. Saya tadi menggambar motif bunga-bunga,” pungkasnya.(yun/dan)
Editor : A. Nugroho