MALANG - Di awal tahun Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang membuat demplot untuk membantu uji coba padi varietas unggulan asal Kabupaten Malang.
Hasilnya cukup memuaskan. Padi varietas Sukma yang diuji coba tanam oleh kelompok tani, Tani Mulyo, Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan berhasil tembus 13,6 ton per hektare pekan lalu (4/6). Jumlah itu hampir dua kali lipat dari padi umumnya.
Kepala DTPHP Kabupaten Malang Avicena Sani Putera mengatakan saat ini rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Malang berkisar 7-8 ton per hektare. Sehingga dengan adanya varietas ini, cukup berpotensi meningkatkan provitas padi di Kabupaten Malang.
“Maka bila provitas rata-rata bisa mencapai 10 ton saja per hektare. Maka potensi peningkatan produksi bisa bertambah kurang lebih 30 persen,” ujarnya. Padi yang dipanen di Tajinan pada awal Juni lalu itu, memiliki lama masa tanam 114 hari.
Peningkatan tersebut juga bisa menjadi pemecah masalah terkait dengan berkurangnya luas tanam padi dari tahun ke tahun. Sehingga, meski lahan berkurang, provitas padi secara keseluruhan tetap terjaga.
“Ini sangat menjanjikan sebagai salah satu langkah intensifikasi untuk meningkatkan produksi padi di Kabupaten Malang,” ujarnya.
Selain itu, provitas tinggi juga turut menguntungkan para petani. Mereka bisa mendapatkan gabah lebih banyak yang akhirnya bisa meningkatkan pendapatan mereka.
Secara kasar, dengan harga jual gabah Rp 6.500 per kg maka setiap hektare petani akan memperoleh sekitar Rp 68 juta. Dengan keuntungan lebih, tentunya petani padi akan lebih semngat lagi untuk meningkatkan produksinya.
Avi menambahkan, pihaknya akan terus mendampingi petani untuk mengembangkan varietas tersebut. Tahun ini, ada 15 demplot sawah yang dibantu Pemkab Malang untuk uji coba varietas unggulan tersebut. “Kita bekerja sama dengan akademisi dari Unira dan BPS Kabupaten Malang,” tambahnya.
Editor : A. Nugroho