KEPANJEN - Pelaku seni di Kabupaten Malang bakal punya wadah untuk eksplorasi potensinya. Itu setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berencana membangun gedung kesenian di atas lahan seluas 1,5 hektare di Kepanjen.
Gedung tersebut nantinya bisa digunakan semua seniman. Termasuk seniman drama, tari, musik bahkan lukis serta kriya. Rencana tersebut tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang 2025-2029 beberapa waktu lalu.
“Nanti lokasinya di sebelah selatan gedung pertemuan umum. Itu masih merupakan aset pemkab,” ucap Sanusi, Bupati Malang. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu menyebut gedung kesenian yang dibangun nanti berkapasitas 5.000 orang.
Sebenarnya, pembangunan gedung kesenian itu sudah direncanakan sejak beberapa tahun yang lalu bersama proyek pembangunan lainnya. Skema awal pembiayaannya menggunakan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Namun, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Purwoto mengaku diarahkan menggunakan dana dari pinjaman daerah. Itu merupakan rekomendasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI setelah proses konsultasi.
Kendati begitu pembangunan belum akan dilakukan tahun ini. Sebab, mekanisme pembiayaan masih akan ditetapkan tahun depan. “Kami akan memastikan dulu apakah bisa menggunakan pinjaman daerah. Sebab, kalau pakai APBD sepertinya berat,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga akan mencoba mengajukan bantuan ke Kementerian Kebudayaan RI. Namun, hingga saat ini kebutuhan anggarannya belum bisa diperkirakan. Itu lantaran detail bentuk dan luas gedung yang bakal dibangun masih belum jelas.
Menurutnya, keberadaan gedung kesenian penting untuk memperkenalkan kebudayaan Kabupaten Malang. Berdasarkan data Disparbud, ada 2.500 kelompok kesenian di Kabupaten Malang. Mayoritas memiliki sanggar sendiri.
“Seniman dan kelompok budayawan selama ini terus latihan tapi tidak pernah tampil di tempat yang lebih besar,” ungkap pejabat eselon II B Pemkab Malang itu. Oleh karena itu, salah satu alternatifnya yakni dengan pembangunan gedung kesenian.
Gedung tersebut juga diharapkan menjadi objek wisata baru. Sehingga, bisa menjadi jujukan wisatawan yang ingin menonton kesenian Kabupatena Malang. “Nanti bisa dijadwalkan pertunjukkan setiap minggu atau harinya dengan berbayar tiket,” pungkasnya. (yun/dre)
Editor : A. Nugroho