GONDANGLEGI - Begitu menerima akta badan hukum, Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih mulai memantapkan unit usahanya. Salah satunya Kopdes Merah Putih Putukrejo yang fokus di bidang pertanian. Hal itu menyesuaikan dengan mayoritas mata pencaharian masyarakatnya yang bergerak di bidang pertanian.
Ketua Kopdes Merah Putih Putukrejo M. Farih Fauzi menyampaikan, saat ini koperasinya sedang mengembangkan usaha tumpi jagung. Yakni hasil olahan limbah jagung yang dijual kembali untuk pakan ternak. Pihaknya mendapat pasokan tumpi jagung dari salah satu pabrik, kemudian dikemas dan dipasarkan.
“Usaha ini sudah dimulai oleh kelompok tani (poktan). Kemudian kemarin (beberapa hari lalu) ada info pendirian koperasi dan mereka sangat antusias bergabung dengan koperasi. Akhirnya usaha tersebut akan kami kembangkan,” kata dia kemarin (30/6).
Dia menyebut, kemasan tumpi jagung bermacam-macam. Mulai satu 1 kilogram, 10 kilogram, 20 kilogram, hingga 25 kilogram. Per bulannya, kelompok tersebut bisa menghasilkan omzet Rp 15 juta. “Sementara ini kami memberikan suplai ke luar daerah. Seperti Blitar, Tulungagung, sampai Jember,” imbuh Farih.
Dengan bergabung bersama koperasi, dia mengatakan, nantinya tata kelola usaha pemasaran tumpi jagung tersebut akan diperbaiki, termasuk administrasi keuangan. Pemasaran akan terus dikembangkan hingga memenuhi kebutuhan pasar.
Selain tumpi jagung, usaha lain yang dikelola Kopdes Merah Putih Putukrejo yaitu penjualan pupuk. Dia berharap keberadaan koperasi dapat memasok pupuk langsung dari pabrik. Hal itu untuk memangkas ongkos kirim. Sehingga harga pupuk semakin terjangkau bagi petani. “Sementara ini kami masih fokus di pertanian, tapi ke depannya, kami akan coba analisis untuk bisa mengembangkan agen dan toko sembako,” kata dia.
Sementara itu, Bupati Malang H M. Sanusi mendukung pengembangan kopdeskel di Kabupaten Malang. Pihaknya juga akan memberikan arahan kepada perangkat daerah (PD) untuk memaksimalkan potensi-potensi yang sudah ada. “Nanti juga ada pelatihan untuk koperasi desa, supaya bisa terus berkembang. Di antaranya pelatihan manajemen koperasi,” ucap orang nomor satu di Pemkab Malang itu.
Sebagai informasi, pembentukan Kopdeskel Merah Putih di 378 desa dan 12 kelurahan sudah tuntas sejak 13 Mei lalu. Setelah itu dilanjutkan pengurusan legalitas yang tuntas pada 7 Juni lalu. Pada 28 Oktober 2025 depan, seluruh kopdeskel ditarget sudah mampu beroperasi. (yun/dan).
Editor : A. Nugroho