Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Alasan Keluarga Korban Batal Kelola Monumen dan Museum Kanjuruhan Malang

A. Nugroho • Minggu, 13 Juli 2025 | 00:22 WIB

MENGENANG TRAGEDI:  Monumen di area Stadion Kanjuruhan, Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen kemarin (11/7).
MENGENANG TRAGEDI: Monumen di area Stadion Kanjuruhan, Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen kemarin (11/7).

MALANG – Sempat maju mundur, kini pengelolaan museum dan monumen tragedi Kanjuruhan dikelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang. Sebelumnya, museum dan monumen tersebut diwacanakan untuk dikelola keluarga korban tragedi Kanjuruhan.


Batalnya pengelolaan dari keluarga korban lantaran tidak ada kesepakatan di internal kelompok. Untuk diketahui, ada empat kelompok yang mengatasnamakan keluarga korban tragedi Kanjuruhan.

”Koordinasi terakhir, keluarga korban memilih museum saja yang dikelola, sedangkan monumen dibuka untuk umum,” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dispora Kabupaten Malang Lusiani Ferelia kemarin.


”Tapi akhirnya telah disepakati bahwa pengelolaan keduanya tetap ke dispora,” tambahnya. Keputusan tersebut merupakan kesepakatan dalam rapat bersama dispora dengan perwakilan empat kelompok keluarga korban tragedi Kanjuruhan pada Mei lalu.


Lusiani menyebut, kala itu hanya sekitar 70 persen keluarga korban dari 135 yang hadir. Dalam rapat itu disampaikan bahwa pengelolaan oleh pihak ketiga (keluarga korban), selama memenuhi ketentuan kerja sama dengan Pemkab Malang.

Salah satu syaratnya memiliki legalitas lembaga pengelola secara sah. Namun dalam rapat itu tiada kesepakatan bulat untuk siapa yang akan masuk dalam lembaga pengelolaan.

Akhirnya mereka satu suara untuk mengembalikan pengelolaan Museum Tragedi Kanjuruhan kepada Pemkab.


Keluarga korban juga dapat memanfaatkan area tersebut untuk kegiatan seperti kunjungan, ziarah atau acara yang berkaitan dengan peringatan tragedi tersebut.

“Ada usulan memasang foto korban tragedi Kanjuruhan. Kami selaku pengelola mengizinkan pemasangan foto untuk seluruh korban dan tidak diperkenankan hanya untuk kelompok tertentu,” imbuhnya.

Pemasangan foto dilakukan di dalam museum, dengan tetap harus izin dan berkoordinasi dengan dispora terkait penempatan, ukuran dan model pigura. Supaya tetap memperhatikan sisi estetika ruangan museum. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#Tragedi Kanjuruhan #korban #malang