Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkab Malang Target Panen 51 Ribu Ton Bawang Merah

A. Nugroho • Minggu, 13 Juli 2025 | 20:12 WIB
MELIMPAH: Bawang merah yang baru dipanen dari sawah dijemur untuk pengeringan.
MELIMPAH: Bawang merah yang baru dipanen dari sawah dijemur untuk pengeringan.

NGANTANG – Potensi di sektor perkebunan bawang terus digenjot. Tahun ini, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang menargetkan panen bawang hingga 51 ribu ton. Wilayah yang menjadi tumpuan adalah Kecamatan Ngantang dan Pujon.

 

Kepala DTPHP Kabupaten Malang Avicena Medisca Saniputra mengatakan, target tersebut naik dari perolehan panen tahun lalu. “Tahun lalu Kabupaten Malang panen bawang merahnya mencapai 43.250 ton. Sedangkan untuk tahun ini ditargetkan mencapai 51.110 ton,” terang Avicena kemarin.

 

Sementara ini, produksi bawang merah dari Januari sampai Juni lalu telah tercapai 29.023 ton. Dengan rincian 11.462 ton pada Januari, 4.653 ton pada Februari, 384 ton pada Maret, 2.934 ton pada April, 8.840 ton pada Mei, dan Juni berkisar 750 ton. Artinya, kurang 22.087 ton lagi yang harus dikejar dalam waktu enam bulan ke depan.

 

Untuk ketersediaan kebun, sejauh ini DTPHP mendata 2.770 hektare lahan. Luasannya tersebar di beberapa kecamatan. Antara lain di Ngantang, Pujon, Wajak, Sumberpucung, Jabung, Tumpang, dan Pakisaji.

 

Selama ini hasil perkebunan bawang merah mengandalkan Ngantang dan Pujon. “Di sana juga dilaksanakan upland project, kolaborasi Pemkab dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Berupa bantuan benih, irigasi perpipaan, Jalan Usaha Tani (JUT) dan penguatan kelompok tani serta pelatihan budidaya,” kata Avicena.

 

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Holtikultura DTPHP Kabupaten Malang Heri Suntoro membenarkan bahwa panen bawang merah masih bergantung pada dua kecamatan tersebut, yaitu Ngantang dan Pujon. Hal itu karena infrastruktur penunjang di dua kecamatan tersebut memadai. “Jalan Usaha Tani (JUT), irigasi, embung, dan gudang pascapanen sudah terbangun di sana. Jadi sebelum adanya proyek UPLAND itu memang sudah jadi sentra,” ucap dia.

 

Heri mengatakan, dengan luas 2 ribu hektare tersebut pihaknya optimistis target tersebut akan tercapai. Hal itu ditunjang dengan infrastruktur berupa pembangunan embung di sekitar kebun-kebun selain di Pujon dan Ngantang tersebut. “Jadi di musim kemarau pun bisa tanam,” ucap dia.

 

Di sisi lain, pihaknya tidak mengkhawatirkan pemasaran bawang merah di Bumi Kanjuruhan. “Biasanya diambil oleh petani dari Brebes. Banyak pedagang di Pujon dan Ngantang juga yang mengirim ke Kalimantan dan Sulawesi,” tandas Heri. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#Pertanian #Pemkab Malang #Kabupaten Malang #bawang merah