JABUNG - Meskipun memasuki musim kemarau, petani was-was ancaman hama burung mengganggu produksi pertanian. Oleh karena itu, mereka memasang jaring untuk mengantisipasi burung. Setidaknya, itulah yang dilakukan petani di Dusun Sumberkreco, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung kemarin.
Widayat, salah seorang petani memasang jaring antihama untuk melindungi pada yang mulai tumbuh. Padi tersebut berusia sekitar 3 bulan, sehingga bulan depan diperkirakan siap dipanen. “Jika tidak ditutup dengan jaring, nanti bisa habis padinya sebelum dipanen,” kata pria berusia 60 tahun itu.
Dia menyebut, pada periode ini, prediksi panen di lahan dengan luas 2.800 meter persegi itu lebih bagus daripada sebelumnya. Panen musim sebelumnya 1,5 ton, periode ini diprediksi mencapai 2 ton. Rendahnya hasil panen sebelumnya karena Widayat sempat kecolongan, sehingga padinya dimakan hama tikus. “Antisipasinya, saya beri pace (buah mengkudu yang matang). Kalau lahan sawahnya bau (pace), tikus tidak mau mendekat,” ucapnya.
Seperti diberitakan, target panen padi tahun ini mencapai 413 ribu ton se Kabupaten Malang. Target produksi Gabah Kering Panen (GKP) pada Januari-Mei 2025 mencapai 200 ribu ton. Sedangkan realisasinya masih 185 ribu ton. Akhir tahun ini, diharapkan target produksi padi bisa tercapai. Tiga kendala utama yang membuat produksi padi belum mencapai target yakni dampak cuaca ekstrem, banyak terjadi anomali cuaca, dan terdapat alih komoditas dari sebelumnya padi menjadi jagung maupun tanaman hortikultura lain.
Terdapat beberapa cara untuk mencapai target produksi. Yakni, intensifikasi produk dengan menggunakan bibit unggul. Pihaknya juga akan mendorong petani untuk percepatan tanam. Sedangkan bagi yang sudah panen, akan didorong untuk segera mengolah lahannya. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari kelompok tani juga dimaksimalkan. Secara teknis, pengaturan irigasi perlu dilakukan. Utamanya saat musim kemarau. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho