KEPANJEN- Angka kecelakaan lalu lintas (lalin) di Bumi Kanjuruhan relatif tinggi. Juli ini misalnya, dalam kurun 18 hari tercatat 34 kasus kecelakaan. Jika dirata-rata, setiap hari terdapat dua peristiwa kecelakaan.
Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khoirudin mengatakan, 34 kecelakaan tersebut didominasi kendaraan roda dua alias sepeda motor. “Angka kami menyebut bahwa selama 18 hari ada 53 sepeda motor yang celaka, 4 mobil dan 3 truk atau roda enam,” kata Samsul, Jumat lalu (18/6).
Beberapa penyebab yang umum ditemui adalah pengemudi tidak hati-hati dan berkonsentrasi di jalan, serta salah ambil posisi ketika hendak menyalip. Dari angka-angka tersebut, polisi mencatat 67 korban yang mengalami luka ringan, satu orang luka berat, dan 3 korban meninggal dunia. Kecelakaan terbaru yang memakan korban luka terjadi di Jalan Raya Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis pada 13 Juli lalu.
Dia mengatakan, 34 perkara kecelakaan tersebut menyebabkan kerugian materi mencapai Rp 24,8 juta. Angka tersebut adalah estimasi petugas di lapangan dengan melihat kondisi kendaraan yang terlibat tabrakan. Kondisinya beragam, ada yang benar-benar rusak bagian depannya, ada juga yang hanya rusak di bagian tertentu seperti bodi, lampu atau sepatbor.
Sementara untuk kecelakaan yang melibatkan truk, pihaknya hanya mencatat ada 3 kejadian. “Semuanya hanya kerugian materi. Tidak ada korban yang jatuh,” kata mantan KBO Satlantas Polres Malang tersebut.(biy/dan)
Editor : A. Nugroho