Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Desa Gelar Karnaval, Jalur Karangploso-Bumiaji Ditutup Total

Mahmudan • Kamis, 24 Juli 2025 | 19:22 WIB
REKAYASA LALIN: Polisi memasang pembatas jalan di simpang tiga Karangploso kemarin (23/7). Pembatas tersebut berisi tulisan ”Jalan Raya Giripurno Ditutup Total”.
REKAYASA LALIN: Polisi memasang pembatas jalan di simpang tiga Karangploso kemarin (23/7). Pembatas tersebut berisi tulisan ”Jalan Raya Giripurno Ditutup Total”.

KARANGPLOSO – Kendaraan dari arah Singosari, Kabupaten Malang yang menuju Bumiaji, Kota Batu harus berputar lewat Pendem. Sebab, jalur Karangploso (Karlos) menuju Bumiaji ditutup total. Penutupan berlangsung sejak pukul 09.00 kemarin (23/7) hingga 00.00 dini hari (24/7). Penutupan jalan dilakukan karena dua desa menggelar karnaval, yakni Desa Giripurno, Kota Batu dan Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Kapolsek Karangploso AKP Sumantri Wibisono mengatakan, jalan yang ditutup mulai dari pertigaan Polsek Karangploso sampai simpang tiga Bendo di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. ”Kegiatannya mulai sore sekitar pukul 16.30, tapi sebelumnya sudah ditutup karena karnaval Kota Batu sudah dimulai,” ujar Sumantri kemarin.

Pihaknya menerjunkan seluruh personel untuk mengatur arus lalu lintas. Termasuk ada bantuan dari koramil dan linmas. “Total ada 50 personel. Terdiri atas delapan personel dari koramil, 12 personel dari Polsek dan sekitar 30 anggota linmas,” sebut Sumantri.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kanjuruhan, ruas jalan yang ditutup sepanjang 8 kilometer, dari simpang tiga Bumiaji sampai simpang tiga Pasar Karangploso. Selama ini jalur tersebut dilintasi kendaraan dari Lawang dan Singosari yang menuju Bumiaji. Hal itu karena jalur pintas, sehingga memangkas waktu berjalan dan berpotensi tidak macet.

Akibat penutupan jalur tersebut, kendaraan dari arah Pasuruan, Lawang, dan Singosari yang hendak menuju Bumiaji harus berputar melewati Pendem. Jaraknya lebih panjang dan berpotensi macet karena kawasan tersebut merupakan jalur utama Malang-Batu, sehingga dilintasi banyak kendaraan.

“Namun kalau warga kami yang rumahnya di sekitar Tawangargo, Donowarih dan Girimoyo, masih beri kesempatan untuk melewati jalur tersebut,” kata mantan Kapolsek Wonokromo, Polrestabes Surabaya tersebut. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#rekayasa lalin #karangploso #karnaval #polsek