BANTUR – Jalur Pagak-Bantur lewat Jalan Rejoyoso ditutup total. Penutupan berlangsung sejak Sabtu lalu (26/7). Akibatnya, kendaraan yang kerap melintasi jalan tersebut harus memutar lewat Desa Karangsari, Kecamatan Bantur. Penutupan akan berlangsung hingga proyek pembangunan jembatan rampung, yakni lima bulan ke depan.
Seperti diberitakan, ruas jalan ditutup karena ada perbaikan. Pada 28 November lalu, jembatan Rejoyoso dan ruas jalan ambrol diterjang banjir dan longsor. Separo ruas jalan ambrol dan berbahaya jika dilintasi kendaraan. Oleh karena itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang menutup area tersebut. Meski sudah diblokade menggunakan kayu yang dipasang menyerupai pagar, masih saja ada kendaraan yang melintas.
Camat Bantur Bayu Jatmiko membenarkan adanya pembukaan blokade. Namun dia tidak mengetahui siapa yang membuka blokade tersebut. "Dari informasi yang saya dengar, masyarakat jengkel karena jalan tersebut tidak kunjung diperbaiki," kata Bayu.
Setelah blokade terbuka, pemkab kembali menutup secara total. Penutupannya lebih rapat. Tidak seperti blokade sebelumnya yang masih terbuka untuk dilintasi kendaraan roda dua. Dia mengatakan, hari ini (28/7) mulai dilakukan perbaikan. Pelaksana perbaikan dari PT Mandiri Langgeng Gemilang Batu selaku pemenang tender proyek.
Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin, Jalan Rejoyoso, Kecamatan Bantur sudah dipasangi pagar setinggi hampir 2 meter. Pagar terpasang baik dari arah Bantur menuju Pagak, demikian juga sebaliknya.
Terpisah, Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan Jalan DPUBM Kabupaten Malang Anita Aulia Sari mengatakan, jalan tersebut sudah memasuki tahap proses pelaksanaan revitalisasi. "Kondisi lapangan sudah kami pasang pagar penanganan sementara agar tidak dilewati kendaraan," kata Anita.
Dia mengatakan, ada dua alternatif jalan bagi warga Kecamatan Bantur menuju Pagak atau sebaliknya. Yakni memutar melewati Desa Karangsari, Bantur. Jalur lain bisa menggunakan jalan desa menuju Dusun Balong, Desa Rejoyoso.
Selain jembatan dan ruas jalan ambrol akibat longsor, dia mengatakan, perbaikan dilakukan karena ruas jalan tersebut sempit. Oleh karena itu, rencananya akan dilebarkan ruasnya, termasuk jembatan. "Jembatan akan dibangun menggunakan material baja," jelas Anita.
Jembatan akan dilebarkan dari sebelumnya 5,60 meter x 7,50 meter menjadi 7 meter x 16 meter. Selain pelebaran, jembatan juga akan ditinggikan. ”Dengan adanya penambahan ketinggian lebih dari 1 meter sehingga kedalaman mencapai 6 meter," jelas Anita.
Anita membeberkan, pengerjaan jembatan membutuhkan waktu sekitar 160 hari atau lima bulan lebih 10 hari. Revitalisasi jembatan akan menggunakan dana dari Pemkab Malang. "Mohon doa dan dukungannya, semoga lancar dalam proses pembangunan," pungkas Anita. (yad/dan)
Editor : A. Nugroho