KALIPARE- Masyarakat yang melewati jembatan di Dusun Mentaraman, Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, masih terus dibayangi rasa waswas. Itu akibat, harus melewati jembatan darurat. Sebelumnya, fasilitas itu rusak akibat banjir besar setahun lalu.
Jembatan Mentaraman sejatinya direncanakan akan diperbaiki pada bulan Juli lalu. Tapi sampai sekarang, rencana itu belum terealisasi. Berdasar pantauan wartawan koran ini kemarin, jembatan darurat di sana terbuat dari batang bambu yang disusun. Memiliki tumpuan satu pilar sisa jembatan lama di tengah.
Menurut Sini, 60, warga sekitar, jembatan yang menghubungkan wilayah RT 33 dan 34 Dusun Mentaraman itu rusak diterjang banjir pada 1 Desember 2024 lalu. ”Beberapa hari setelah kejadian (banjir), jembatan itu sudah disurvei orang-orang pemerintahan,” katanya. Tapi, sampai sekarang belum juga dibangun.
Sini menambahkan, jembatan tersebut memang kecil dan menjadi penghubung warga antar RT. Tapi, truk bisa lewat sebelumnya. ”Di sana (RT 34), kalau sedang musim tebang tebu, truknya lewat jembatan itu,” ujar dia. Artinya, jembatan tersebut tidak sekadar berfungsi untuk warga sekitar.
Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang menganggarkan Rp 748 juta untuk perbaikan jembatan tersebut. Direncanakan pembangunannya bulan Juli lalu. Waktu pekerjaannya 175 hari kalender.
Karena bangunan utama jembatan sudah tidak ada, maka harus dilakukan perbaikan total. DPUBM Kabupaten Malang merencanakan pembuatan jembatan itu dengan desain abutment. Struktur yang menopang jembatan di kedua arah horizontal dan vertikal
”Jembatan akan kami tinggikan 1 meter dari tinggi sebelumnya,” ujar Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi. Rencananya, pembangunan jembatan itu menggunakan beton bertulang dengan fondasi sumuran. Sementara untuk bangunan atas menggunakan plat balok T beton bertulang dengan dimensi 4,50 x 13 meter.
Berkaitan dengan belum dimulainya perbaikan, Kabid Pembangunan dan Peningkatan DPUBM Kabupaten Malang Anita Aulia Sari membantah belum adanya perbaikan. Pihaknya menyebut, kontraktor pemenang tender baru, sudah melakukan pengukuran ulang di lapangan. ”Mulai pelaksanaan (pembangunan) awal Agustus, alat berat dan material segera didatangkan ke lokasi,” tandas dia. (biy/gp)
Editor : A. Nugroho