Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Targetkan 40 Persen Warga Bumi Kanjuruhan Ikut CKG, Untuk Deteksi Dini Penyakit

Mahmudan • Selasa, 12 Agustus 2025 | 16:15 WIB

 

ilustrasi.
ilustrasi.

KEPANJEN – Deteksi dini terhadap penyakit dapat dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG). Tahun ini ditargetkan 30-40 persen warga Bumi Kanjuruhan mengikuti CKG di puskesmas terdekat.

Untuk diketahui, jumlah penduduk Kabupaten Malang mencapai 2,7 juta. Dengan demikian, sekitar 810 ribu sampai 1 juta ditargetkan menjalani CKG. Namun hingga kini sekitar 405 ribu warga atau 15 persen yang sudah menjalani CKG.

“Kami terus berupaya melakukan percepatan, supaya bisa mencapai target pada akhir tahun. Salah satunya kerja sama lintas instansi,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang drg Ivan Drie ditemui beberapa waktu lalu.

Sebagai langkah percepatan, pihaknya juga akan menggelar CKG untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan dipusatkan di dua tempat. Yakni Pendapa Panji, Kepanjen dan Pendapa Agung Kabupaten Malang. “Menurut kami, percepatan lebih mudah dengan menyasar ASN,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Lawang itu.

Dia menyebut, CKG di Kabupaten Malang sudah berlangsung sejak Februari lalu. Pelaksanaan cukup lancar. Hanya saja, saat memasukkan data melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK), terkadang ada yang kesulitan. Sehingga untuk sementara, data orang tersebut tidak terekam.

Selain itu, dia melanjutkan, masih banyak masyarakat yang takut mengetahui kondisi kesehatannya. Sehingga memilih untuk tidak melakukan cek kesehatan. “Cek kesehatan sebaiknya dilakukan satu kali dalam setahun, supaya bisa mendeteksi penyakit-penyakit kronis, seperti hipertensi,” imbuh Ivan.

Terdapat 12 pemeriksaan kesehatan yang dilakukan. Misalnya tekanan darah, gizi, telinga, gigi dan mulut, gula darah, tuberkulosis, mata, aktivitas fisik, kesehatan jiwa, kanker payudara, serta kanker serviks.

Terdapat tiga opsi pendaftaran CKG. Yakni melalui aplikasi Satu Sehat Mobile (SSM), WhatsApp, dan situs web ASIK bagi warga yang tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Ketika sudah terdaftar dan memiliki nomor antrean, warga tersebut dapat menjalani CGK.

Untuk diketahui, hasil CKG ditampilkan di rapor kesehatan dalam aplikasi SSM. Jika indikator berada di warna hijau, artinya normal. Jika berwarna kuning mengindikasikan ada gangguan ringan. Sedangkan jika berwarna merah, artinya ada gangguan berat. “Jika ditemukan penyakit, akan dirujuk untuk pengobatan. Bagi yang terdaftar BPJS, dapat menggunakan BPJS. Sementara bagi yang tidak terdaftar, ya sebagai pasien umum. Namun bagi warga prasejahtera bisa mendapat pengobatan gratis,” pungkasnya. (yun/dan).

Editor : A. Nugroho
#ASN #Pemkab Malang #CKG #dinkes kabupaten malang