Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kapasitas IGD RSUD Kanjuruhan Ditingkatkan

Mahmudan • Rabu, 13 Agustus 2025 | 17:50 WIB
TA MBAH FA SILITA S: Beberapa pekerja mengebut pembangunan di area IGD RSUD Kanjuruhan kemarin (12/8).
TA MBAH FA SILITA S: Beberapa pekerja mengebut pembangunan di area IGD RSUD Kanjuruhan kemarin (12/8).

KEPANJEN - Masyarakat Kabupaten Malang bagian selatan tidak perlu mengantre lama lagi untuk mendapatkan pelayanan kegawatdaruratan di RSUD Kanjuruhan. Sebab, rumah sakit pelat merah itu sedang memperluas Instalasi Gawat Darurat (IGD), mulai lantai pertama hingga empat.

Direktur RSUD Kanjuruhan dr Nur Rochmah MMRS memaparkan, perluasan IGD untuk menjawab keluhan masyarakat. Hal itu karena Tempat Tidur (TT) di IGD selalu penuh. “Perluasan ini untuk penambahan TT. Jadi sudah ada TT existing, kemudian kami tambah di sebelahnya,” ucapnya ditemui beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, perluasan tersebut dibangun dari lantai 1-4. Mulai ruangan Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), hingga Intensive Cardiology Care Unit (ICCU).

Terpisah, Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan RSUD Kanjuruhan Yudiono SKp MKes mengatakan, jumlah TT saat ini 240 unit. Dengan adanya perluasan itu, diharapkan dapat meningkat hingga 7 persen atau lebih. “Mudah-mudahan setelah diperluas akan bertambah hingga lebih dari 260 bed (TT),” ucapnya.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 340/MENKES/PER/III/2010 tentang klasifikasi rumah sakit, jumlah TT di RSUD Kanjuruhan sudah memenuhi standar, yakni minimal 200 TT. Namun karena banyaknya pasien yang menjadikan rumah sakit tersebut sebagai rujukan, maka kapasitasnya masih perlu ditambah.

Dia menambahkan, perluasan juga dilakukan untuk unit stroke, perinatologi, dan kamar bersalin. Hal tersebut juga untuk mendukung pengembangan RSUD Kanjuruhan sebagai rumah sakit pengampu Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU).

Pembangunan tersebut dimulai pada pertengahan 2025 dengan anggaran Rp 17 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). “Akhir tahun ini harus sudah selesai,” kata dia.

Seperti diberitakan, untuk pengembangan rumah sakit KJSU, diperlukan beberapa infrastruktur, fasilitas, dan perlengkapan tambahan. Di antaranya Intensive Cardiac Care Unit (ICCU), cathlab, ruangan operasi bedah jantung, ruangan rawat inap pasien bedah jantung, step-down unit, instalasi radiologi, pelayanan penunjang lainnya, stroke unit, hemodialisis, dan urologi. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#DBHCHT #Kabupaten Malang #RSUD Kanjuruhan #fasilitas #igd