Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Setelah 12 Tahun Tak Diperhatikan, Sedimentasi dari Sumber Wendit Akhirnya Dikeruk

Bayu Mulya Putra • Kamis, 14 Agustus 2025 | 16:30 WIB
DIKERJAKAN DUA BULAN: Salah satu ekskavator mengeruk sedimentasi dari aliran Sumber Wendit di Kecamatan Pakis, kemarin. Proses itu sudah dimulai Senin lalu (11/8).
DIKERJAKAN DUA BULAN: Salah satu ekskavator mengeruk sedimentasi dari aliran Sumber Wendit di Kecamatan Pakis, kemarin. Proses itu sudah dimulai Senin lalu (11/8).

KABUPATEN - Setelah 12 tahun tak diperhatikan, sedimen di aliran Sumber Wendit, di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang akhirnya dikeruk. Proses itu sudah dimulai sejak Senin lalu (11/8). Diperkirakan bakal berlangsung hingga dua bulan. Sebab, panjang aliran yang dibersihkan mencapai empat kilometer, dengan lebar 30 meter. 

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin, tampak dua ekskavator bergantian mengangkat lumpur dari dasar sungai. Pengerjaannya dilakukan setiap hari tanpa libur. Mulai pukul 08.00 sampai 16.00. Total ada 10 personel yang bertugas.

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta (PDAM) Priyo Sudibyo menerangkan, terakhir kali pengerukan sedimen dilakukan pada 2013 lalu. Karena jarang dilakukan, material lumpur menumpuk di dasar sungai.

”Untuk kedalaman air sumber hanya 20 cm. Tetapi sedimennya di alirannya rata-rata mencapai 1,5 meter sampai 2 meter,” ujarnya. Dengan ketebalan sedimen mencapai dua meter itu, lanjut dia, banjir besar sempat terjadi pada 2023 lalu.

Salah satu manfaat dari pengangkatan sedimen itu untuk mencegah banjir. Selain itu, kualitas air dari Sumber Wendit juga bakal meningkat. Seperti diketahui, sumber tersebut adalah penyumbang pasokan air bersih terbesar PDAM Kota Malang.

”Pembersihan sedimen ini juga berpengaruh terhadap produksi air di SPAM (Sistem Pengolahan Air Minum) Bango yang baru diresmikan. Karena aliran air di sana merupakan limpahan dari Wendit. Sehingga nanti akan jauh lebih bersih,” kata pria yang akrab disapa Bogank itu. Terkait lumpur yang diangkat dari aliran sungai, nanti bisa dimanfaatkan masyarakat. 

Bogank menyampaikan, warga sekitar telah menyiapkan 20 titik penampungan lumpur. ”Masyarakat menggunakan lumpur itu untuk tanggul dan tanaman, karena membuat subur,” terangnya. Untuk proyek pengangkatan sedimen, estimasi anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 1 miliar sampai Rp 1,5 miliar. 

Bogank berterima kasih kepada masyarakat yang membantu menyediakan konsumsi. ”Dalam proses ini masyarakat banyak membantu, karena pengerukan ini juga bermanfaat bagi mereka,” pungkas pria kelahiran Surabaya itu. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#PDAM #Sumber Wendit #malang #Kabupaten