LAWANG – Lomba Agustusan di Panti Rehabilitasi Jiwa Karya Asih, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang tergolong tidak biasa. Peserta lomba menyambut Hari Kemerdekaan ke-80 RI tersebut diikuti Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin (14/8), sebelum mengikuti lomba, mereka dikumpulkan di tempat untuk berdoa. Satu per satu disuruh menuliskan harapan dan doanya di bendera harapan. Bendera tersebut terbuat dari kertas berwarna putih berukuran sekitar 10-15 sentimeter. Di antara puluhan itu juga ada yang membacakan harapannya.
”Saya berharap bisa segera pulang dan bertemu keluarga. Saya sudah dari 2019 tidak bertemu ayah dan dari 2018 tidak bertemu anak,” ucap Joni, salah satu pasien Panti Rehabilitasi Jiwa Karya Asih.
Dia ada di panti sekitar enam tahun lalu. Semangatnya untuk sembuh juga dia tunjukkan dengan ikut membantu kegiatan di panti. Dia mengaku sudah 5,5 tahun dia turut membantu kegiatan panti.
Setelah menyampaikan harapannya, mereka melanjutkan kegiatan dengan lomba. Lomba yang dipilih berorientasi menguji fokus dan ketangkasan. Di antaranya memasukkan bola ke keranjang dari jarak tertentu. Peserta yang mampu memasukkan bola paling banyak menjadi pemenangnya. ”Saya selalu semangat kalau ada kegiatan seperti ini. Mudah-mudahan bisa diadakan lagi meskipun bukan dalam momen Agustusan,” imbuhnya.
Terpisah, Penyelenggara Lomba 17 Agustus Aditya Pratama memaparkan alasan merayakan HUT Kemerdekaan bersama orang-orang yang terlupakan oleh masyarakat umum. “Kami ingin mendekatkan diri kepada mereka yang terlupakan maupun tersisih, baik karena gangguan jiwa maupun lanjut usia (lansia) yang keluarganya sudah kesulitan mengurus,” ucap pria yang akrab disapa Didit itu.
Menurutnya, ODGJ maupun lansia juga berhak merasakan kegembiraan dan kemeriahan 17 Agustus, meskipun dengan segala keterbatasan. “Mereka lebih suka kami ajak komunikasi. Jadi merasa ada teman. Tadi (kemarin, 14/8) kami ada kegiatan bendera harapan. Sebagian besar, rindu kepada keluarga,” pungkasnya. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho