KEPANJEN – Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bumi Kanjuruhan akan terus bertambah. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menargetkan ada penambahan sekitar 110 dapur baru pengolah Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Bupati (Wabup) Malang Hj Lathifah Shohib menyampaikan, penyedia SPPG tersebut dari berbagai pihak. Mulai TNI, aparat kepolisian, pengusaha, hingga Pemkab Malang. “Dari pihak kepolisian, informasinya akan menambah delapan dapur,” ucapnya ditemui di SPPG Kepuharjo, Kecamatan Karangploso beberapa waktu lalu.
Saat ini, sudah ada 11 SPPG yang beroperasi. Yakni SPPG Malang Lawang, SPPG Khusus Kabupaten Malang-Kepanjen, SPPG Yayasan Kartika Nawa Indonesia Bululawang, SPPG Yayasan Harapan Anak Sekolah Sukses Pakis, dan SPPG Yayasan Al Maarif Bululawang.
Kemudian ada juga SPPG Yayasan Adi Upaya Singosari, SPPG Pendidikan Al Maarif Singosari, SPPG Yayasan Annur 1 Bululawang, SPPG Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Islam Jeru, SPPG Galon Mulyo, dan SPPG Karlos Kepuharjo.
Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Malang Nurcahyo menyampaikan, sekitar 11 SPPG tersebut mampu melayani 37.305 pelajar. Mereka terdiri atas, 512 siswa PAUD, 4.039 siswa TK/KB, 16.520 siswa SD, 10.749 siswa SMP, 3.308 siswa SMA/SMK/SLB, 424 ibu menyusui, 329 ibu hamil, dan 1.936 balita. ”Per SPPG bisa melayani 3.000-3.500 porsi per hari,” ucap Nurcahyo yang merangkap sebagai Inspektur Daerah Kabupaten Malang.
Makanan tersebut diantarkan ke sekolah dan posyandu untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di dalam radius SPPG, yakni maksimal 4 kilometer atau dalam waktu tempuh kurang dari 30 menit. Sementara itu, dari target 110 SPPG, terdapat 19 SPPG yang masih dalam persiapan operasional, 52 SPPG tahap pembangunan, 21 SPPG dalam tahap pengajuan titik, dan 7 SPPG tahap persiapan. “Kami sudah menyiapkan pinjam pakai tiga lahan untuk dibangun SPPG. Yaitu di Lawang, Turen, dan Ngantang,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, masing-masing SPPG memiliki luasan yang berbeda. Namun standar bangunannya harus seluas sekitar 400 meter persegi dengan lahan sekitar 1.000 meter persegi. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho