KEPANJEN - Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) sangat penting untuk memastikan perlindungan optimal warga dari berbagai penyakit. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berupaya menjangkau seluruh warganya untuk mengantarkan anaknya supaya mendapat imunisasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang drg Ivan Drie menyampaikan, per Juni lalu, capaian IDL sudah mencapai 41,47 persen. “Total sasaran kami ada 39.056 anak dan yang sudah mendapatkan sudah 16.175 anak. Ini masih berjalan sampai akhir tahun,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, terdapat enam imunisasi yang harus diterima oleh anak sebelum berusia 1 tahun. Yakni imunisasi hepatitis B sebanyak 1 dosis yang diberikan pada usia 0-7 hari setelah lahir. Kemudian Bacillus Calmette Guerin (BCG) sebanyak 1 dosis untuk melindungi dari tuberkulosis (TBC). Polio tetes (bOPV) sebanyak 4 dosis diberikan secara bertahap untuk mencegah polio. Serta polio suntik (IPV) 1 dosis sebagai tambahan perlindungan terhadap polio.
Selain itu, dia melanjutkan, imunisasi DPT-HB-Hib diberikan sebanyak 3 dosis untuk melindungi dari difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan haemophilus influenzae tipe b. Serta campak rubella (MR) sebanyak 1 dosis yang diberikan dalam kurun waktu 1 tahun di satu wilayah untuk melindungi dari campak dan rubella. ”Untuk campak, saat usia dua tahun nanti akan diberikan booster lagi,” imbuh Ivan.
Menurutnya, ketersediaan vaksin dan aksesibilitas tidak ada masalah. Namun, salah satu kendala yang sulit dikendalikan yakni ketakutan masyarakat untuk memberikan imunisasi kepada anaknya. Meski begitu, Dinkes Kabupaten Malang tetap berupaya meningkatkan capaian IDL hingga mendekati 100 persen. Di antaranya dengan melibatkan lintas sektor, seperti meminta bantuan sosialisasi kepada perangkat daerah dan mengerahkan mitra-mitra dinkes. “PKK, ansor, babinsa, dan organisasi lainnya kami libatkan juga untuk mendampingi ibu-ibu di posyandu,” pungkasnya. (yun/dan).
Editor : A. Nugroho